SEARCH :
  • posted by Anindya Oct 12th, 2012

    Pelantikan HIPMI Jabar dan Dialog Kebangsaan_Bandung_09102012 (4)Kemarin, Selasa 9 Oktober 2012, saya diundang menjadi pembicara di acara “Forum Garuda Muda”. Acara ini digelar di Trans Luxury Hotel bersamaan dengan pelantikan Badan Pengurus HIPMI Provinsi Jawa Barat.

    Saya hadir bersama tokoh muda lainnya yang menjadi pembicara mewakili bidangnya masing-masing. Ada Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono (putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) yang mewakili tokoh muda di bidang militer, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, yang mewakili bidang pemerintahan, Politisi PAN Bima Arya Sugiarto yang mewakili bidang politik, saya sendiri yang mewakili dunia usaha, serta Ketua Umum BPP HIPMI Raja Sapta Oktohari.

    Kami berlima memaparkan mengenai kondisi bangsa dan kepemimpinan dalam berbagai aspek sesuai bidang kami masing masing. Dalam diskusi, tergambar perspektif anak muda mengenai bidang pemerintahan, kemiliteran, dunia usaha, politik, serta kesejahteraan rakyat.

    Dalam kesempatan itu, saya memaparkan pandangan saya mengenai perekonomian dan kondisi dunia usaha di Indonesia. Saya mengatakan bahwa bangsa ini berpeluang untuk menjadi bangsa yang maju atau negara besar ke depan. Sebab hari ini, tanda-tanda kearah situ sudah mulai terlihat. Seperti apa? mari kita lihat satu persatu.

    Dalam sebuah laporan riset bulan September lalu, McKinsey Global Institute menyebut Indonesia akan menjadi 10 besar negara dengan kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030. Dalam laporan yang berjudul “The Archipelago Economy : Unleashing Indonesia’s Potential” itu Indonesia ada di peringkat ke tujuh. Jika benar terjadi nanti, maka ini akan jadi lompatan besar, karena Indonesia saat ini (2012) berada dalam urutan 16 besar dunia.

    Pemerintah sendiri dalam Visi 2025 menargetkan Indonesia berada di peringkat 12 besar dunia, dengan PDB sebesar US$ 3.8 trilyun. Meskipun 2025 itu tidak lama lagi (13 tahun dari sekarang), namun target ini diyakini akan tercapai. Lihat saja kondisi Indonesia 13 tahun yang lalu (1999), jika dibandingkan dengan sekarang, terlihat kita telah mengalami transformasi yang sangat signifikan.

    Dalam kurun waktu itu secara umum Indonesia telah mengalami proses demokratisasi, desentralisasi, dan deregulasi yang cukup pesat. Hal ini juga berdampak ke situasi ekonomi di Indonesia. Pada tahun 1999 Indonesia adalah negara yang tidak diperhitungkan di kancah ekonomi dunia, akan tetapi saat ini Indonesia telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Hal ini terlihat dari indikator-indikator ekonomi Indonesia (missal pertumbuhan GDP, rasio hutang terhadap GDP (debt/GDP), dan lain sebagainya, yang terus membaik dalam beberapa tahun belakangan ini.

    Dalam 10 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5.2 persen, atau ketiga tertinggi di dunia. Setelah Cina dan India. Bahkan saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6.5 persen,  berada di urutan kedua setelah China yang tumbuh 7.3 persen. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga telah menunjukkan stabilitas ekonominya, yaitu menurunkan inflasi dari double digit menjadi hanya 8.4 persen.  Utang pemerintah turun secara signifikan jika dibandingkan dengan PDB, yaitu turun 70 persen ke tingkat 25 persen. Menurut World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati posisi ke-25 dalam stabilitas ekonomi secara global. Ini adalah peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan peringkat ke-89 pada tahun 2007.

    Kondisi dunia ke depan, juga akan menguntungkan Indonesia. Lihat saja populasi penduduk dunia tahun 2045 yang diperkirakan sebaganyak 9 miliar. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization of United Nation), penduduk di tahun 2030 saja diprediksi akan mencapai 8.3 milyar. Ini akan diikuti dengan konsumsi kalori per orang yang terus bertambah. Maka hal ini dapat mengakibatkan kekurangan pangan, sumber daya energi dan penyediaan air bersih.

    Pelantikan HIPMI Jabar dan Dialog Kebangsaan_Bandung_09102012 (3)Indonesia sudah sewajarnya bersyukur karena Indonesia memiliki ke tiga aspek penting tersebut yaitu makanan, energi dan air bersih. Ke tiga hal tersebut akan menjadi sumber kekuatan baru dalam perekonomian mendatang. Maka sangat diperlukan perumusan kebijakan-kebijakan publik yang strategis dalam mengelola sumber kekuatan baru tersebut.

    Dalam konteks ketahanan pangan, peningkatan produktifitas dalam hal pertanian dan perikanan adalah sebuah keharusan. Sebagai contoh hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi, pengalihan produksi tanaman ke tanaman unggulan. Dalam konteks konservasi energi, Indonesia memasuki periode pertumbuhan yang membutuhkan banyak sumber daya, saatnya Indonesia dapat beralih untuk memanfaatkan sumber daya energi terbarukan seperti tenaga panas bumi yang saat ini baru sekitar 4% yang sudah termanfaatkan, ataupun sumber energi alternative lainnya antara lain ternaga surya, tenaga angin dan biomassa.

    Dalam konteks penyediaan air bersih, berdasarkan hasil riset dari McKinsey Global Institute, Indonesia akan mengalami tantangan dalam penyediaan air bersih. Diproyeksikan, sebanyak paling tidak 55 juta penduduk miskin atau sekitar 20% dari total penduduk Indonesia tidak akan memiliki akses pada sanitasi yang memadai dan sekitar 25 juta penduduk akan mengalami kesulitan pasokan air bersih. Ini perlu perhatian serius ke depan.

    Di tahun 2045, Indonesia diprediksi  akan menjadi salah satu dari lima negara dengan GDP terbesar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diprediksi akan sangat pesat, walaupun prediksi pertumbuhan tersebut bervariasi dalam rentang 10 – 15 persen per tahun. Kondisi geopolitik juga akan berubah, di mana Asia Tenggara akan memiliki peran yang lebih besar dan lebih penting di kancah perekonomian dunia, dengan Indonesia sebagai motor penggerak utamanya. Separuh dari GDP ASEAN  di sumbang dari Indonesia.

    Perlahan-lahan, pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia juga mulai dibangun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lagi terpusat di Jakarta. Banyak kota-kota lain di Indonesia yang tumbuh sangat cepat;  rata-rata selama satu  dekade  terakhir tumbuh di tingkat 6.4 persen, mengalahkan Jakarta yang hanya 5.8 persen. Kota-kota tersebut antara lain adalah Medan, Bandung, Surabaya, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Akan tetapi, hal ini harus lebih ditingkatkan lagi.

    Dari sisi edukasi juga perlu dilakukan peningkatan agar Indonesia makin unggul ke depan. Para pemuda juga harus memiliki wawasan yang luas, baik nasional maupun internasional. Agar sumber daya manusia kita dapat bersaing secara global, maka pendidikan adalah menjadi kunci utama. Sektor ini jelas membutuhkan reformasi. Berdasarkan statistik hanya 16,7 persen penduduk Indonesia mengenyam pendidikan tinggi, dibandingkan 32.4 persen di Malaysia dan 43 persen di Thailand. Artinya dibandingkan negara tetangga saja kita masih tertinggal jauh.

    Belum lagi bila kita bicara dua negara kekuatan ekonomi baru dunia, Cina dan India. Cina telah menghasilkan sebanyak 800 ribu doktor terutama dibidang teknik, rekayasa engineering dan finance. India telah menghasilkan 750 ribu doktor. Sebuah survei menyebutkan di AS, satu dari enam orang professor berasal dari India. Sementara Indonesia pada tahun 2014 baru menargetkan mempunyai tenaga doktor sebanyak 50 ribu orang. Sebagian besar doktor di bidang sosial dan agama. Saat ini jumlah doktor di Indonesia sekitar 40 ribu orang.

    Pelantikan HIPMI Jabar dan Dialog Kebangsaan_Bandung_09102012 (5)

    Salah satu usaha Bakrie Group untuk mendukung hal ini adalah melalui Bakrie Center Foundation (BCF) yang kegiatannya antara lain memfasilitasi penelitian gabungan di bidang studi kebijakan global antara universitas-universitas di Indonesia, dengan berbagai institusi internasional (RSIS, Carnegie). Selain itu, BCF juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa program magister (S2) di berbagai penjuru Indonesia dalam usahanya untuk membantu peningkatan dan pemerataan pendidikan.

    Selain ekonomi dan edukasi, kedepannya sektor kesehatan (healthcare) dan hiburan (entertainment) juga akan menjadi semakin penting. Indonesia hanya bisa tumbuh dengan ditunjang oleh penduduk yang sehat, memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit sehingga produktifitas bisa terjaga. Produktifitas penduduk juga bisa menurun tanpa adanya hiburan yang memadai untuk menjaga agar semanagat kerja tetap tinggi.

    Di bidang kesehatan, terdapat paling tidak dua masalah serius yang harus kita benahi bersama. Yang pertama adalah kurangnya jaminan kesehatan dan asuransi yang diberikan kepada para penduduk miskin dan kurangnya sumber daya dokter yang terampil. Indonesia hanya memiliki satu orang dokter per 10,000 penduduk, sementara Cina, India, Malaysia, Filipina, dan Vietnam masing-masing memiliki 14,6,7,12, dan 6.

    Kurangnya jaminan asuransi kesehatan disebabkan karena jumlah angkatan kerja informal di Indonesia masih tinggi yaitu tiga kali lebih besar dari lapangan kerja formal, dimana hal ini membuat paling tidak lebih dari 90 juta orang Indonesia tidak memiliki akses untuk jaminan asuransi kesehatan yang memadai. Hal ini lah yang perlu dicermati bersama, bagaimana para pengusaha di Indonesia dapat lebih memahami pentingnya kesehatan, dengan memberikan jaminan asuransi kesehatan yang cukup kepada para pekerjanya.

    Di dunia hiburan, juga banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, sembari menyajikan hiburan yang bermutu bagi masyarakat. Kelompok Usaha Bakrie sendiri melalui PT Visi Media Asia tbk atau lebih dikenal dengan VIVA, saat ini cukup concern untuk memberikan sajian hiburan yang bermutu dan berkualitas namun tetap fresh dan menarik. Saat ini  VIVA menaungi perusahaan media nasional yang menaungi dua jaringan televisi nasional, yaitu tvOne yang berfokus pada berita dan olahraga dan antv yang berfokus pada gaya hidup atau hiburan, serta media online atau mega portal VIVA.co.id.

    Untuk maju, yang tidak kalah pentingnya adalah inovasi. Inovasi untuk menjembatani kelangkaan sumber daya dan distribusi sumber daya yang tidak merata. Dalam 15 – 20 tahun terakhir kita telah melihat teknologi telekomunikasi melalui internet sebagai inovasi yang dapat menjembatani kebutuhan konektivitas di seluruh dunia. Pada tahun 2045 nanti, inovasi yang bisa menjembatani kebutuhan makanan, energi, dan air bersih akan menjadi sangat penting.

    Internet sering disebut sebagai kekuatan yang mendorong percepatan. Dengan etos utamanya -konektivitas, open source, kebebasan ekspresi, dan crowdsourcing- internet merupakan teknologi yang produktif. Internet mendorong  laju inovasi sangat cepat. Inovasi yang dipicu oleh internet juga mengubah paradigma lama, bahwa yang besar bakal mengalahkan yang kecil menjadi “Yang cepat akan mengalahkan yang lambat”.

    Pelantikan HIPMI Jabar dan Dialog Kebangsaan_Bandung_09102012 (1)

    Banyak contoh sukses sebuah inovasi bisnis yang berbasis internet. Facebook, Twitter, Instagram, dan mesin pencari raksasa Google adalah contoh fenomenal. Di dalam negeri kita bisa menyebut KasKus sebagai contoh sukses. Hanya dengan modal dan jumlah tenaga kerja minimal, mereka bisa meraih hasil maksimal.

    Untuk bisa berinovasi, para pemuda Indonesia harus memperkaya wawasan, di mana salah satu caranya adalah dengan belajar dari kemajuan-kemajuan di negara lain. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pembelajaran tersebut tidak bisa langsung diterapkan begitu saja (mentah-mentah) di Indonesia. Hal ini adalah karena Indonesia adalah negara yang sangat unik, sehingga untuk meminimalisasi resistensi penduduk, pembelajaran dari luar tersebut harus diadaptasi dan diterapkan dengan cara Indonesia, dengan budaya lokal Indonesia.

    Dalam hal pemenuhan kebutuhan akan energy dan air bersih, belakangan ini juga bermunculan beberapa macam inovasi dengan biaya produksi yang sangat terjangkau: kompor biogas seharga USD 30, lampu dan power source yang diisi dengan tenaga matahari seharga USD 40, dan filter/penyaring air bersih seharga USD 14, dan sebagainya. Salah satu peran penting yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah menyalurkan teknologi-teknologi tersebut ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan sehingga bisa membantu dalam usaha pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

    Dari paparan di atas, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang besar. Indonesia akan sangat atraktif dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan ekonominya sangat tinggi dan stabil karena ditopang oleh konsumsi domestik yang tinggi. Indonesia saat ini juga menjadi pasar yang atraktif bagi penanam modal dan berbagai perusahaan ritel dunia. Bagi pengusaha daerah peluang juga akan terbuka semakin lebar dengan munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jakarta. Kesiapan sumber daya manusia yang kompetitif dan mempunyai wawasan global menjadi kunci agar pengusaha daerah bisa menjadi tuan di daerahnya masing-masing.

    Itulah yang saya sampaikan pada acara tersebut. Saya berpesan kepada kaum muda, terutama yang bergerak di dunia usaha, bahwa sebagai pengusaha nasional, kita juga harus dapat memainkan peran besar dan tidak lagi hanya menjadi penonton.

    Share this post
    • Print this article!
    • Facebook
    • Twitter

11 Responses to “Tahun 2025, Indonesia Akan Jadi Negara Besar”

  1. Santi says:

    Thanks for sharing, I think Forum Garuda Muda, sepertinya telah menjawab concern yang disampaikan oleh ibu Megawati pada sambutan rakernasnya kemarin (yang disiarkan secara langsung di TVOne, dan secara kebetulan saya menonton acara tsb) yaitu pada point regenerasi. Saya mengingatnya karena ibu Mega memberi contoh regenerasi dengan menceritakan dialog beliau dengan cucu beliau (putri dari mbak Puan) yaitu tentang penyanyi idola sang cucu, yang mengidolakan penyanyi terkenal mancanegara. Anyway, funny how, forum garuda muda telah terlaksana sebelum ibu Mega menyampaikan pidatonya. Well, i think that’s what we called premonition? or the same way of visioning things? Tinjauan dari pemilihan nama ‘Garuda muda’ yaitu dengan menyertakan kata ‘muda’ setelah kata ‘Garuda’, in semantik term, it refers to the effort in showing the Garuda next, or in daily, ordinary vocabulary terminology we called it regeneration (It’s interesting how thesaurus works… we learn English to the basic of forming the new vocabularies).

    Ibu Mega dan Garuda muda ternyata juga shared the same concern, terutama tentang air bersih. Sungguh kebetulan yang sangat menarik untuk dicermati. Sebagai seorang negarawan ibu Megawati more than reliable enough to play her part in sharing her passion in passing the torch to the next generation.., not only within her own party, but to all Indonesian young generations. I’ve been told about ibu Mega’s father, Ir. Soekarno’s way in doing his speech.. (it happened long before I was born, I born in 1970, two months after bung Karno passed away). And now in 2012, 42 years later, I can feel that his passion has already passed to ibu Mega, and now.. she with ‘his’ (the same as her father’s) passions, started to pass the torch to next generation. And thanks to Forum Garuda Muda.. who seems has successfully answered the famous ‘challenge’ of bung Karno, orated in his famous speech, about 10 young men and the ability to shake the world… Wow, it bring tears in my eyes.. so wonderful.., father-daughter and the younger generations relationship. I think that how the ribbon was there in the claws of Garuda.. because it’s a she.., somehow, it also reminds me of the tales of King Arthur and his famous knights.. and a she.., princess Guinevere. How Indonesian states story connected to famous European (British) folklore.. ?? Is it what bung Karno orated about? to shake the world…?? Indonesia truly is a wonderful country, with its long stories passed down through generations.. to generations..

  2. Ken Aulia says:

    Terimakasih banyak atas tulisannya Mas Anin. Wah Bogor, disebut2 nih. SAya sebagai dosen di IPB jadi tertantang oleh tulisan Mas Anin dalam hal ketahanan pangan dan energi terbaharui. Sukses selalu ya.

    Wassalam
    Ken A.

  3. arif says:

    Dari Acara Kadin kmrn saya baru tahu, lho ternyata Bapak Sukamdani ketua KADIN sebelum Pak Ical.
    Beliau kan pemilik Solopos, tetangga rumah cuman 500 meter.

    ternyata orang Solo hebat-hebat. Bangga.
    Bangga juga Mas Anin ‘orang aneh’ di acara itu. Pimpinan Kadin paling muda (yang nongol di atas panggung), he

    Yang muda, selalu suka yang muda. Great!

  4. harry says:

    Merubah wajah Indonesia & memacu pertumbuhan ekonomi yg signifikan gambarannya sebenarnya tidak jauh beda seperti dalam game cityville produknya zynga (game di FB). Biar cepat ujung-ujungnya butuh zoning permin dgn lancar & uang yang banyak.
    pabrik beli, jalan beli, gedung apartemen beli, mall beli, gedung komunitas beli, jembatan beli, kantor beli, tenaga kerja beli, dermaga beli, kapal beli, jaringan kabel telepon beli, dll, semuanya beli, kalo kurang uang tinggal minta bantuan teman/tetangga.
    Coba aja sekali2 main game-nya mas biar tau, mungkin bisa dapat inspirasi (#musti mulai dari mana?#).

    Thn 2007 saya memang (disampaikan secara terbuka sama pak cokro) dimanfaatkan pak suryadi cokro sumarto cs{partner pak cokro; pak tataq wiranto(deputi)dan pak sasmito(dpp demokrat)]. Tujuannya saya sebagai “bemper” (biar image nya, org dari pdip sendiri yg buka akses keuangan tsb, biar tidak ribut/meredam demo yg katanya neo liberalis, dll).
    Makanya saya tau banyak tentang prog IDT. Saya sendiri dari keluarga pak Tjip (pdip) sedangkan mr.mm dulunya rekan kerja beliau. Tapi awalnya saya kenal bapak (mr.mm) dari pak Deddy adik pak Bimantoro(mantan Kapolri) krn ada urusan kerjaan kecil-kecilan mas. Saya dulu tinggal 1 thn lebih dan 1 rmh di keluarga pak machmud dan jadi bagian keluarga beliau krn ada yg bikin isu saya+pak Machmud kerja sama pake uang untuk jatuhkan pdip di pilpres. Lalu hidup saya susah, usaha/kerja apa aja berantakan (dalam pikiran jelek saya, indikasinya disabotase, dijegal), tapi krn tdk ada bukti, curiga tetaplah salah. Mungkin saya memang lg kacau.
    Jujur mas, saya nulis2 kyk gini ke akun mas anin dan pak ical tujuannya bantu bapak (Mr. Machmud Machfud), nyelesaikan misinya mbangun indonesia. Kaitanya cari sdm yang OKE. Soalnya muterin uang misal USD 500M kan ga sembarangan, jgn sampai terjadi, rakyat susah tambah susah (jadi korban krn salah teknis).

    Tapi prog IDT itu tdk jadi terealisasi saat itu krn kesiapan pemerintah (pak tataq & pak sasmito +partner beliau2 di malaysia) kurang. Ditambah lagi krn saya kesal sama pak cokro karena nipu saya 250jt (mungkin dipikirnya bpk tidak mau membiayainya lalu cari2 cara& korban buat “dicopet”, hihi..), lalu saya bocorkan agendanya ke org2 pdip hingga akhirnya timbul upaya2 “penjegalan”.
    Memang di satu sisi saya pahlawan buat org banyak, satu sisi saya di “cap” penghianat oleh saudara sendiri & cs dari pdip jika prog itu terealisasi saat itu, padahal saya bukan pengurus parpol manapun dan tidak ikut campur urusan politik. Saya lebih senang jadi orang biasa, senang jadi pesuruh, teman dan pendamping, dll nya bapak (mr.mm), soalnya ga ribet, hehe..
    Jujur, saya suka semboyan pak Achmad bakri, “jika tangan kanan makan, tangan kiri jangan sampai tau. atau sebaliknya”.

    Sekian & terima kasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat.
    Sukses selalu mas..

  5. Rinto Pramono says:

    Trimaksh mas anin….Tulisan ini telah menambah wawasan saya untuk tetap konsent dalam penyedian & pengelolaan air bersih bagi masyarakat yg sudah sy mulai dari 2003…dan trimaksih atas kesediaan foto bersama dgn saya di acara Welcome Dinner Rapimnas Kadin di Yogya…. semoga mas anin sehat & sukses slalu….Selamat berjuang “GARUDA MUDA” kepakkan sayapmu ditunggu kaum muda di negri ini….. Wassalm H. Rinto (Ketua KADIN KAMPAR -Riau)

  6. Verry Anggara says:

    Dear pak Anin
    Saya Verry Anggara, Mahasiswa ITB dan anggota dari sebuah youth organization bernama StudentsxCEOs
    saat ini saya dan teman-teman StudentsxCEOs sedang mempersiapkan sebuah student-run business conference bernama StudentsxCEOs Summit 2012. yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2012 di Kampus Institut Teknologi Bandung.
    temanya “Global COmpetitiveness”. sangat berkaitan dengan artikel yang pak Anin tulis ini
    kami sangat ingin mengundang pak Fazil untuk menjadi pembicara dalam Summit ini, rencananya kami akan mengundang beberapa CEO lain dari segmen industri yang lain (seperti perbankan, energi, manufaktur, dll). apabila bapak berkenan, kami akan segera mengirimkan detail mengenai kegiatan ini. kami juga akan meluangkan waktu apabila pak Anin ingin berdiskusi langsung mengenai kegiatan ini

  7. Verry Anggara says:

    Dear pak Anin
    Saya Verry Anggara, Mahasiswa ITB dan anggota dari sebuah youth organization bernama StudentsxCEOs
    saat ini saya dan teman-teman StudentsxCEOs sedang mempersiapkan sebuah student-run business conference bernama StudentsxCEOs Summit 2012. yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2012 di Kampus Institut Teknologi Bandung.
    temanya “Global COmpetitiveness”. sangat berkaitan dengan artikel yang pak Anin tulis ini
    kami sangat ingin mengundang pak Anin untuk menjadi pembicara dalam Summit ini, rencananya kami akan mengundang beberapa CEO lain dari segmen industri yang lain (seperti perbankan, energi, manufaktur, dll). apabila bapak berkenan, kami akan segera mengirimkan detail mengenai kegiatan ini. kami juga akan meluangkan waktu apabila pak Anin ingin berdiskusi langsung mengenai kegiatan ini

  8. Meydi Leung says:

    very inspiring Mas Anin. Saya setuju dgn tulisan anda: ” Kaum muda, terutama yang bergerak di dunia usaha, bahwa sebagai pengusaha nasional, kita juga harus dapat memainkan peran besar dan tidak lagi hanya menjadi penonton”

    Sukses ya.

  9. Bambang says:

    Sukses buat Forum Garuda Muda! Sukses buat Pak Anin! Semoga senantiasa menginspirasi kami yang juga masih berjuang ini!

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree