SEARCH :
  • posted by Anindya Apr 4th, 2012

    lomba blog CEODalam rangka memperingati HUT Grup Bakrie ke 70 tahun ini, saya menyelenggarakan lomba blog “Seandainya Saya Jadi CEO Grup Bakrie”.  Lomba ini bebas diikuti siapa saja yang punya blog, dan punya masukan menarik untuk Grup Bakrie yang sudah 70 tahun ini.

    Tujan lomba ini selain untuk memeriahkan rangkaian HUT Grup Bakrie ke 70, juga untuk mendapatkan masukan dari masyarakat untuk kelompok usaha ini. Saya sengaja memilih lomba blog, karena medium ini yang paling tepat untuk menyampaikan masukan yang lengkap. Kebetulan saya sendiri juga suka ngeblog.

    Lomba ini dimulai pada 2 April sampai 27 Juni 2012. Karya yang masuk akan diseleksi oleh tim juri. Selanjutnya pemenang akan diumumkan pada 9 Juli 2012, di blog ini, facebook Page saya, dan twitter saya. Peserta wajib melike Page dan Follow akun tersebut. Continue Reading »

  • posted by Anindya Mar 9th, 2012

    Petani dan Anggota UKM Usaha Mandiri serta Karyawan BSP Bengkulu 02-03-2012Apakah mungkin hidup layak sebagai petani? Kalau pertanyaan ini diajukan kepada para petani karet di Desa Air Petai, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, mereka dengan tegas akan menjawab : Bisa!

    Saya mendapat kesempatan menarik bertemu  dengan perwakilan petani karet dari Air Petai, di sela-sela kunjungan  ke Bengkulu mendampingi Ketua Umum Kadin Indonesia Bapak Suryo Bambang Sulisto, Jumat 2 Maret 2012. Para petani karet yang tergabung dalam Koperasi UKM Usaha Mandiri merupakan contoh menarik, keberhasilan  petani dalam mengelola kebun dan koperasinya.

    Kepala Desa Air Petai Sumardi menuturkan, pada tahun 2000 petani karet di desanya memperoleh bantuan bibit dari pemerintah sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di kawasan transmigrasi asal Pulau Jawa ini, banyak pohon karet yang telah tua dan lahan terlantar. Diharapkan  bila dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal akan dapat meningkat kesejahteraan mereka. Namun tahun berganti, ternyata mimpi indah itu tidak terwujud. Penyebabnya diduga kualitas bibit kurang baik dan para petani kurang mendapat pelatihan dan pendampingan. Continue Reading »

  • posted by Anindya Feb 20th, 2012

    apecDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Presiden Rusia Dmitry Medvedev memberikan secercah harapan. Ia akan mendorong lebih jauh proses integrasi ekonomi antaranggota forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik, APEC.

    Dalam tulisannya, ”Integrasi untuk Tumbuh, Inovasi untuk Makmur” (Kompas, 5/2), ia menjelaskan sejumlah agenda Rusia sebagai Ketua APEC 2012.

    Bergabungnya Rusia dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sejak Desember lalu membuat pejabat Moskwa berpartisipasi penuh dalam pembahasan liberalisasi perdagangan dan investasi. Presiden Medvedev menawarkan sejumlah inisiatif baru, termasuk rencana pembangunan koridor transportasi untuk rute perdagangan baru Asia ke Eropa melalui Rusia.

    Walau Moskwa terletak di Eropa, secara geografis dua pertiga dataran Rusia berada di Asia. Maka, Rusia juga berhak mengklaim sebagai bagian dari kekuatan Asia. Pilihan Vladivostok, kota besar di timur jauh Rusia, sebagai tempat KTT APEC, September mendatang, memperkuat komitmen Moskwa untuk berperan dalam kebangkitan Asia. Continue Reading »

  • posted by Anindya Feb 13th, 2012

    p_logoeventPada tahun 2045 nanti, jumlah penduduk dunia diperkirakan menembus angka 9 miliar orang. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, tentu jumlah makanan yang dibutuhkan juga akan besar. Dengan kata lain, meningkatnya populasi penduduk juga membuat kebutuhan pangan bertambah banyak.

    Sementara itu, di sisi yang lain, produksi pangan dunia terus merosot dan memicu krisis pangan. Lahan-lahan pertanian mulai menyusut, baik beralih fungsi untuk industri, pemukiman, maupun karena faktor lain seperti bencana alam. Ini tentu bertolak belakang dengan kebutuhan pangan ke depan yang akan semakin tinggi karena meningkatnya populasi.

    Maka, langkah strategis untuk mengantisipasi hal tersebut sangat diperlukan. Kita perlu membahas serius masalah ketahanan pangan agar terhindar dari krisis pangan yang mengancam. Continue Reading »

  • posted by Anindya Feb 11th, 2012

    World-Economic-Forum“Corporate shared value” can be a new capitalist model for companies to make money as well as to cope with social needs”.

    Kalimat di atas adalah salah satu dari wawasan baru yang saya dapatkan dari Profesor Michael E. Porter, guru besar manajemen bisnis dan competitiveness dari Universitas Harvard. Saya mengikuti sesi Michael Porter yang dikemas dalam diskusi mengenai masa depan perusahaan modern, dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang digelar di Davos, Swiss, 25-29 Januari 2012.

    Ini kali kedua saya mengikuti ‘kelas’ Porter.  Pertamakali berjumpa dia di Boston, saat acara diskusi terbatas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tahun 2009.

    Pada intinya Michael Porter membagikan wawasan mengenai perlunya menerapkan konsep Corporate Shared Values (CSV) ketimbang Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini banyak diterapkan oleh perusahaan, termasuk perusahaan di grup kami. Konsep CSV menarik dan lebih berkelanjutan karena intinya adalah growing together  with society, ketimbang sekedar do no harm to society. Continue Reading »

  • posted by Anindya Jan 20th, 2012

    pak anin kadin semarangKamis (12/01)  saya diminta berbicara dalam sebuah seminar bisnis yang digelar oleh Kadin Jawa Tengah di Semarang. Topiknya : Menyongsong Prospek Bisnis 2012. Selain saya yang mewakili Kadin Indonesia, tampil  sebagai pembicara ekonom dari UGM Tony Prasetyantono dan Presdir Sritex Solo Iwan Setiawan Lukminto.

    Sebagai pengusaha, saya mengatakan secara umum  prospek ekonomi Indonesia tahun 2012 tetap menjajikan. Masih terbuka berbagai peluang, meski krisis global melanda negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Walaupun tidak setinggi pertumbuhan ekonomi  2011 yang mencapai 6.5%, namun Kadin memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012 berkisar 6.2-6.4%. Artinya tetap tumbuh pada kisaran angka 6%. Konsumsi domestik yang tinggi, mencapai 60-65% dari PDB menjadi jaring pengaman dan penopang utama dari perekonomian Indonesia.

    Angka ini tidak jauh berbeda dengan prediksi Bank Indonesia (BI) dan sejumlah lembaga keuangan dunia lainnya. Berdasarkan perkiraan BI, ekonomi Indonesia akan tumbuh 6.3%, ini sekaligus merupakan koreksi dari APBN yang menargetkan pertumbuhan sebesar 6.7%. Koreksi yang dilakukan oleh BI tak lepas dari pertumbuhan ekonomi global yang juga mengalami penurunan  dari semula 4% menjadi 3.8%. ADB memperkirakan 6.3%, Deutsche Bank 6.0%. Sementara Bank Dunia memperkirakan pada level optimis tumbuh antara 6-6.3%. Sementara level moderat di posisi 5.5-5.9%. Continue Reading »

  • posted by Anindya Dec 20th, 2011

    20111219093016835At the beginning of the 21st century, the Indo-Pacific region, consisting of the Asia Pacific and South Asia, existed in an interregnum. The Cold War and the period that followed had passed into history, and it was time for a new era to begin.

    What began, instead, was the Age of Terror, inaugurated by the 9/11 attacks in the United States. However, unless terrorism wins, it cannot define an era, no matter how terrible its tactics and how atrocious its results. This is because neither terrorism nor the war against it can settle the great issues of the day.

    Thus, the war on terror could not and did not define the relationship between the great powers of the region, primarily the United States, China, Japan and India. It did not, because it could not, decide the balance of power among these nations on the basis of their economic, political, military and cultural strengths. Terrorism merely postponed the inevitable rebalancing of power in the Indo-Pacific region. The region lived in an interregnum for the first decade following 9/11.  Continue Reading »