-
posted by Anindya Apr 24th, 2013
Kamis, 18 April 2013, saya diundang ke acara Indonesian Young Leader Forum II 2013 yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di Hotel Ritz-Carlton, Pasific Place, Jakarta. Ini acara yang menarik dan penting, karena dalam forum ini dihadiri para tokoh bangsa ini seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Harry Tanoesoedibjo, dan lain sebagainya.Saya sendiri bukan kali pertama diundang menjadi pembicara di acara ini. Setiap tahun, saya selalu diundang untuk ikut berbagi ide dan gagasan dalam forum tokoh muda Indonesia ini, bisanya mengenai topik ekonomi-bisnis. Pada acara kali ini, saya mengisi sesi bersama Putri Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Mbak Puan Maharani, dan Mayor Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono, perwira muda TNI yang juga putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kami berbicara mengenai kesiapan Indonesia dalam menyambut ASEAN Economic Community tahun 2015. Masing-masing dari kami menyampaikan pandangannya menurut bidangnya. Misalnya Mbak Puan dari sisi sosial-politik, Mas Agus dari aspek militer (pertahanan dan keamanan), dan saya sendiri dari sisi ekonomi-bisnis. Continue Reading »
Posted in 1 | 3 Comments »
-
posted by Anindya Oct 12th, 2012
Kemarin, Selasa 9 Oktober 2012, saya diundang menjadi pembicara di acara “Forum Garuda Muda”. Acara ini digelar di Trans Luxury Hotel bersamaan dengan pelantikan Badan Pengurus HIPMI Provinsi Jawa Barat.Saya hadir bersama tokoh muda lainnya yang menjadi pembicara mewakili bidangnya masing-masing. Ada Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono (putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) yang mewakili tokoh muda di bidang militer, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, yang mewakili bidang pemerintahan, Politisi PAN Bima Arya Sugiarto yang mewakili bidang politik, saya sendiri yang mewakili dunia usaha, serta Ketua Umum BPP HIPMI Raja Sapta Oktohari.
Kami berlima memaparkan mengenai kondisi bangsa dan kepemimpinan dalam berbagai aspek sesuai bidang kami masing masing. Dalam diskusi, tergambar perspektif anak muda mengenai bidang pemerintahan, kemiliteran, dunia usaha, politik, serta kesejahteraan rakyat. Continue Reading »
Posted in 1 | 11 Comments »
-
posted by Anindya Oct 8th, 2012
In April this year Instagram, a wildly popular photo-sharing mobile app, was purchased by the social networking site Facebook for $1 billion in cash and stock consideration. Not an ordinary, business-as-usual acquisition, even by standards in the go-go tech space.From a valuation standpoint, Instagram’s acquisition is a fantastic outlier. One week before the headline-splashing deal, Instagram closed a $50 million venture capital round for an implied valuation of $500 million. Those financiers were then happy to be walking to the bank making twice their investment in a matter of days.
The size of this deal may have prompted Silicon Valley to redo its math on the financing of a sizzling tech start-up, but it is the speed at which Instagram was ultimately snapped up by Facebook that suggests a paradigm-shifting development has unfolded. Founded in October 2010, this 12-person company took only 18 months to career from development stage to viral spread to eye-popping monetization. Continue Reading »
Posted in English | 1 Comment »
-
posted by Anindya Sep 28th, 2012
Dalam perjalanan menuju ke bandara Vladivostok, setelah mengikuti APEC CEO Summit, akhir pekan lalu, saya mengagumi Russky Bridge. Jalan tol dan jembatan berpemandangan laut yang indah ini menghubungkan Vladivostok dengan Pulau Russky, tempat berlangsungnya APEC CEO Summit dan KTT Pemimpin Ekonomi APEC yang berakhir pada 9 September 2012.Jembatan gantung sepanjang 1.104 meter ini menjadi etalase sukses Rusia sebagai tuan rumah dan ketua APEC 2012 dalam membangun infrastruktur dan memenuhi agenda penting soal konektivitas. Tak kurang dari 26 miliar dollar AS diinvestasikan Pemerintah Rusia untuk membangun Vladivostok.
Presiden Vladimir Putin memiliki visi jauh ke depan. Pembangunan infrastruktur di wilayah paling timur Rusia ini tak hanya untuk menyambut perhelatan APEC, tetapi juga untuk meluncurkan Vladivostok sebagai ”ibu kota keuangan dan bisnis di wilayah Timur Jauh”. Vladivostok terletak berdekatan dengan perbatasan China dan Korea. Continue Reading »
Posted in 1 | 2 Comments »
-
posted by Anindya Sep 8th, 2012
Bulan Ramadan telah berlalu, demikian pula dengan lomba “Ayo Bagi Foto Menu Seru Buka Puasa!” yang saya gelar untuk memeriahkan bulan suci itu. Sejak digelar mulai 31 Juli sampai 18 Agustus 2012, ratusan foto masuk. Semuanya seru dan menarik.Beberapa karya saya publish di album foto Facebook saya. Karya para peserta menunjukkan betapa kayanya kuliner negeri tercinta ini. Juga menggambarkan betapa meriahnya tradisi kuliner Ramadan kita.
Kemudian saya dibantu tim menyeleksi foto-foto tersebut untuk ditentukan lima pemenang. Ini tidak mudah, karena harus memilih sedikit dari banyak karya menarik. Maka kita pun menilai dengan empat parameter ini: Continue Reading »
Posted in 1 | 2 Comments »
-
posted by Anindya Aug 22nd, 2012Triple Helix dan Percepatan InovasiPekan lalu, 8-9 Agustus, baru saja diselenggarakan Konferensi Internasional Triple Helix ke-10 di Bandung.Institut Teknologi Bandung menjadi tuan rumah bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Walaupun sangat penting, forum yang dimaksudkan sebagai bagian dari perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus itu tampaknya luput dari perhatian publik.Sinergi tiga pihakSebagai konsep, gagasan utama Triple Helix adalah sinergi kekuatan antara akademisi, bisnis, dan pemerintah. Kalangan akademisi dengan sumber daya, ilmu pengetahuan, dan teknologinya memfokuskan diri untuk menghasilkan berbagai temuan dan inovasi yang aplikatif. Kalangan bisnis melakukan kapitalisasi yang memberikan keuntungan ekonomi dan kemanfaatan bagi masyarakat. Sedang pemerintah menjamin dan menjaga stabilitas hubungan keduanya dengan regulasi kondusif (Etzkowitz&Leydesdorff, 2000).Konsep triple helix relevan bagi Indonesia saat ini ketika ekonomi Indonesia begitu menjanjikan dan menjadi salah satu pasar yang sedang bertumbuh, para investor asing berdatangan ingin menanamkan modal.Menurut Global Competitiveness Report terkini, Indonesia duduk di peringkat ke-30 dari 142 negara, ditilik dari kapasitas inovasinya. Ini merupakan keunggulan komparatif yang tak bisa dipandang sebelah mata karena Indonesia bahkan mengungguli negara berekonomi lebih maju, seperti Spanyol di peringkat ke-36 dan Hongkong peringkat ke-39. Namun, ironisnya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia mencapai 1,2 juta orang (2012).Kondisi ini menunjukkan bahwa belum ada padu padan (link and match) antara kampus dan pasar kerja. Dalam tataran ideal, kampus seharusnya menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja, bukan sekadar menghasilkan pencari kerja. Kita terpaksa harus mengakui, perguruan tinggi baru sebatas menjadi ”mesin” yang memproduksi sebanyak mungkin sarjana.Contoh sukses penerapan konsep Triple Helix adalah Stanford University dengan Silicon Valley. Sejumlah perusahaan kaliber dunia bermunculan dari lembah ini. Beberapa di antaranya Hewlett&Packard, Fairchaild Semiconductor, raksasa dunia mesin pencari Google Inc, dan Youtube. Yang paling fenomenal belakangan ini adalah situs berbagi foto Instagram yang baru saja diakuisisi Facebook sebesar 1 miliar dollar AS. Jumlah tenaga kerja yang mereka serap dan kapitalisasi sangat besar. Belum lagi dampaknya terhadap perubahan dunia.Sudah seharusnya perguruan tinggi di Indonesia didorong untuk melahirkan technopark semacam Silicon Valley. ITB harus melahirkan ”Priangan Valley”, Universitas Indonesia, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, dan seterusnya harus melahirkan sejumlah technopark yang menghasilkan berbagai inovasi.Era baruKita hidup pada sebuah masa di mana laju inovasi sangat cepat. Akuisisi Instagram oleh Facebook mencengangkan karena menandakan betapa cepatnya inovasi dapat berkembang. Sepanjang abad ke-20 silam, inovasi bergulir mengikuti rasio 10/10: satu dekade diperlukan untuk mengembangkan dan satu dekade lagi diperlukan untuk memasarkan. Saat ini, sebagaimana diilustrasikan oleh Instagram, rasio tersebut terkompresi ke 1/1.Internet sering disebut sebagai kekuatan yang mendorong percepatan. Tidak diragukan lagi, internet dengan etos utamanya—konektivitas, open source, kebebasan ekspresi, dan crowdsourcing—memang merupakan teknologi yang produktif. Akan tetapi, sejatinya inovasi bersumber pada orang-orang yang menghadirkan solusi terhadap masalah.Dalam bukunya, Where Good Ideas Come From, Steven Johnson mengemukakan bahwa lingkungan berperan penting dalam proses inovasi. Internet merupakan lingkup virtual yang memunculkan dan melanggengkan gagasan. Akan tetapi, ruang kota adalah lanskap alami yang paling memungkinkan, melalui berbagai interaksi antarmanusia yang sering kali tanpa disengaja, tebersitnya gagasan awal yang mengarah ke inovasi.Lingkup urban, dengan kepadatan penduduk yang tinggi, menghadirkan serangkaian masalah sosial. Namun, ia juga memunculkan beragam subkultur yang mendorong gagasan untuk berpadu. Maka kebisingan, keramaian, dan kemacetan justru menjadikan penghuni kota yang berpenduduk tiga juta orang tiga kali lebih kreatif daripada mereka yang tinggal di kota kecil berpopulasi seratus ribu orang.Mempertimbangkan hal ini, prospek inovasi dalam negeri terlihat cerah bagi Indonesia di mana baik penetrasi internet maupun urbanisasi tengah melaju dengan pesat. Terdapat 50 juta pengguna internet pada 2010, angka ini akan menjadi tiga kali lipat pada 2014. Laju urbanisasi juga akan melonjak dari 52 persen pada 2010 menjadi 75 persen pada 2025, di mana Indonesia akan memiliki 200 juta penduduk kota.Meskipun demikian, faktor utama yang menentukan adalah lingkup ideologi. Era Reformasi sejak 1998 menghadirkan demokratisasi, desentralisasi, dan deregulasi. Ketiga proses paralel ini telah menciptakan budaya kebebasan sipil, terutama hak berekspresi.Contohnya lima juta pengguna Twitter menyumbangkan 15 persen dari kicauan harian dunia. Indonesia saat ini adalah sebuah masyarakat yang terbuka dan kritis, tak mungkin lagi berbalik arah dari reformasi yang sudah bergulir. Perpaduan tiga lingkup teknologi, fisik, dan ideologis ini menjadikan Indonesia ranah yang subur bagi inovasi.Inovasi lokalKuncinya adalah bagaimana membuat inovasi dan percepatannya sebagai keunggulan komparatif Indonesia di era internasionalisasi atau regionalisasi. Pemerintah dengan berbagai prosesnya lamban dalam mengelola ranah ini, sementara investor masih bersikap menghindari risiko karena belum yakin dengan peraturan yang berlaku. Akademis jelas membutuhkan reformasi mengingat kurikulum yang tertinggal dan statistik bahwa hanya 16,7 persen penduduk Indonesia mengenyam pendidikan tinggi, dibandingkan 32.4 persen di Malaysia dan 43 persen di Thailand.Keberagaman Indonesia juga merupakan keuntungan karena artinya inovasi di Indonesia akan banyak mendapat inspirasi. Inovasi bisa hadir kapan saja dan dari mana saja seiring dengan maraknya teknologi dan interaksi yang berintensitas tinggi antara manusia dan gagasan. Yang penting dicetus dari dan untuk pasar lokal karena di situ justru solusi yang relevan dengan kondisi terkini sedang dinanti-nantikan oleh masyarakat.Sekali saja suatu inovasi dianggap relevan oleh masyarakat lokal, dengan cepat inovasi tersebut berintegrasi aktivitas masyarakat sampai menjadi bagian dari interaksi sosial, ekonomi yang pada akhirnya menjadi bagian dari budaya setempat. Hasilnya adalah inovasi sebagai bagian dari proses penguatan dan penyebaran budaya, bukan sekadar produk yang mengancam budaya lokal. Setiap manusia pada dasarnya tidak terlepas dari akar budayanya. Maka, budaya bisa menjadi kekuatan daya saing utama di pasar internasional.
Pekan lalu, 8-9 Agustus, baru saja diselenggarakan Konferensi Internasional Triple Helix ke-10 di Bandung. Institut Teknologi Bandung menjadi tuan rumah bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Walaupun sangat penting, forum yang dimaksudkan sebagai bagian dari perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus itu tampaknya luput dari perhatian publik.
Sinergi tiga pihak
Sebagai konsep, gagasan utama Triple Helix adalah sinergi kekuatan antara akademisi, bisnis, dan pemerintah. Kalangan akademisi dengan sumber daya, ilmu pengetahuan, dan teknologinya memfokuskan diri untuk menghasilkan berbagai temuan dan inovasi yang aplikatif. Kalangan bisnis melakukan kapitalisasi yang memberikan keuntungan ekonomi dan kemanfaatan bagi masyarakat. Sedang pemerintah menjamin dan menjaga stabilitas hubungan keduanya dengan regulasi kondusif (Etzkowitz&Leydesdorff, 2000). Continue Reading »
Posted in 1 | 6 Comments »
-
posted by Anindya Aug 16th, 2012DALAM perspektif Islam, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam bahasa pengusaha inilah waktunya Allah SWT sedang mengobral pahala dan menyediakan banyak “door prize”. Namun obral dan ‘door prize’ nya jauh lebih berlipat daripada yang dijanjikan para pedagang dan pengusaha.Jika pedagang hanya bisa memberi korting tertinggi maksimal hanya sampai 70%-80% atau buy one get one, buy one get two, maka kata para ustadz dan ulama, Allah SWT menyediakan ganjaran kelipatan 70 atas semua kebaikan yang dilakukan umatnya selama bulan Ramadan. Dan jangan lupa, ada satu malam yang paling ditunggu dan diburu umat Islam, yaitu Lailatul Qodar. Malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Kalau kita menghitungnya, setiap tahun ada 12 bulan, maka 1.000 bulan sama dengan 83 tahun. Luar biasa!Dari perspektif pengusaha, Ramadan juga bulan yang penuh berkah dan bisa melahirkan berbagai bisnis yang inovatif. Setidaknya ada enam alasan yang mendasarinya, yakni faktor silaturahmi, kebersahajaan yang mendorong lahirnya ide, waktu hidup/terjaga manusia yang lebih panjang, THR, zakat dan sedekah serta doa.Komposisi Six in OneSilaturahmi, dalam berbagai ceramah para ustadz dikatakan akan mendatangkan rezeki, menambah ilmu dan memperpanjang umur. Bagi yang jeli dalam memanfaatkan momentum Ramadan, hal ini benar adanya. Selama bulan Ramadan banyak kalangan pejabat maupun pengusaha yang melakukan buka bersama dan tarawih berjemaah. Pintu-pintu yang selama ini tertutup menjadi terbuka. Bagi yang pandai melakukan lobi maupun marketing, saat ini merupakan kesempatan emas. Sebab biasanya pada bulan Ramadan, orang juga lebih mudah diajak bicara, bersedia membantu dan makin dermawan.Ritual pulang mudik yang merupakan forum silaturahmi paling akbar, juga menggerakkan ekonomi yang luar biasa besar. Penjualan maupun penyewaan kendaraan bermotor meningkat tajam, industri transportasi mulai dari darat, laut hingga udara panen besar. Industri garmen, makanan, minuman juga mendulang penjualan yang sangat tinggi. Kiriman uang dari kota ke desa, maupun dari mancanegara ke kampung asal para pekerja memberi kontribusi besar dan menggerakkan perekonomian nasional. Inilah berkah nyata silaturahmi.Industri telekomunikasi juga ramai-ramai memanfaatkan peluang saat Ramadan dengan memberi diskon selama sahur. Komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri meningkat sangat tajam. Banyak saudara maupun kerabat yang selama ini tidak terhubung, tiba-tiba kontak kembali. Mulai dari sekadar mengucapkan selamat Ramadan dan Idulfitri, sampai obrolan lain yang tidak pernah terjadi di luar masa ini.Selama bulan Ramadan kita tidak hanya dilatih menahan rasa haus dan lapar, namun juga yang paling berat adalah mengendalikan hawa nafsu. Kita dianjurkan untuk banyak membaca kitab suci Al Quran dan berdzikir. Kondisi yang bersahaja, hawa nafsu yang terkendali dan pikiran yang jernih karena banyak mengaji dan berdzikir, biasanya akan melahirkan berbagai ide dan gagasan bisnis yang kadang tak pernah terpikir sebelumnya.Waktu hidup manusia lebih panjang karena pada bulan Ramadan banyak di antara kita yang terjaga, setidaknya untuk bangun sahur. Sementara yang tingkat ibadahnya tinggi, malam-malamnya diisi dengan tadarus dan shalat malam. Makin panjang waktu manusia terjaga, bagi kalangan pengusaha maupun pedagang akan memunculkan peluang bisnis baru. Sebab bagaimanapun banyak kebutuhan yang harus dipenuhi ketika manusia terjaga, mulai dari konsumsi sampai peralatan penunjang ibadah lainnya.Coba juga perhatikan untuk jam tayang televisi. Jika semula yang disebut waktu prime time di mana harga slot iklan sangat mahal, adalah pada sore hingga menjelang malam hari. Maka selama ramadhan, prime time bertambah saat menjelang sahur, sampai menjelang shalat subuh. Jadi revenue iklan bagi media, terutama media elektronik juga kian meningkat.Tunjangan hari raya (THR), faktor yang satu ini sangat menentukan dalam menggenjot angka konsumsi dan penjualan selama Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Dengan THR para pekerja bisa memperbaiki rumah, membeli pakaian baru, dan membeli kue lebaran. Bagi pengusaha THR juga mendorong untuk lebih giat menghasilkan untung yang besar sehingga dapat memenuhi kewajiban terhadap karyawannya.Dalam bulan ramadhan biasanya orang juga lebih banyak bersedekah. Sementara menjelang Idulfitri ada satu kewajiban yang harus dipenuhi yakni membayar zakat fitrah. Selain itu biasanya banyak umat Islam yang membayarkan zakat mal (harta) dan perusahaannya bersamaan dengan pembayaran zakat fitrah. Uang hasil zakat fitrah , zakat mal dan sedekah ini oleh banyak lembaga pengelola zakat tidak hanya dibagikan kepada para fakir miskin dan yang berhak menerima zakat, namun juga ada yang diarahkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, sebagai modal bergulir.Dampak dari zakat, infak, sedekah ini sungguh luar biasa besar. Inilah pengertian trickle down effect yang sesungguhnya. Orang-orang yang memiliki harta lebih, membagikan kepada mereka yang kekurangan dengan perasaan ikhlas karena didorong semangat ketakwaan. Selama bulan Ramadan, buying power dari kalangan miskin meningkat tinggi karena faktor zakat, infak dan sedekah tadi. Situasi ini kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama Ramadahan dan Idulfitri.Yang terakhir adalah faktor yang sangat penting, doa. Selama bulan Ramadhan doa kita juga dijanjikan akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam Islam kita diajarkan untuk berusaha sekeras mungkin, setelah itu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah SWT. Dampak dari keyakinan terhadap doa ini biasanya sangat signifikan. Seseorang merasa sangat yakin usahanya akan menjadi lebih mudah berhasil karena disertai doa. Terbukti kemudian memang perpaduan antara kerja keras, sedekah dan doa tadi menjadi rumus yang ampuh dalam meraih kesuksesan maupun usaha.
Dalam perspektif Islam, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam bahasa pengusaha inilah waktunya Allah SWT sedang mengobral pahala dan menyediakan banyak “door prize”. Namun obral dan ‘door prize’ nya jauh lebih berlipat daripada yang dijanjikan para pedagang dan pengusaha.Jika pedagang hanya bisa memberi korting tertinggi maksimal hanya sampai 70%-80% atau buy one get one, buy one get two, maka kata para ustadz dan ulama, Allah SWT menyediakan ganjaran kelipatan 70 atas semua kebaikan yang dilakukan umatnya selama bulan Ramadan. Dan jangan lupa, ada satu malam yang paling ditunggu dan diburu umat Islam, yaitu Lailatul Qodar. Malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Kalau kita menghitungnya, setiap tahun ada 12 bulan, maka 1.000 bulan sama dengan 83 tahun. Luar biasa!
Dari perspektif pengusaha, Ramadan juga bulan yang penuh berkah dan bisa melahirkan berbagai bisnis yang inovatif. Setidaknya ada enam alasan yang mendasarinya, yakni faktor silaturahmi, kebersahajaan yang mendorong lahirnya ide, waktu hidup/terjaga manusia yang lebih panjang, THR, zakat dan sedekah serta doa. Continue Reading »
Posted in 1 | 3 Comments »







