SEARCH :
  • posted by Anindya Aug 23rd, 2017

    Dibacakan pada Malam Penganugerahan PAB, Jakarta, 22 Agustus 2017

    20953635_10155571448330138_1426549371606836222_nAssalamu alaikum Wr. Wb
    Salam sejahtera buat kita semua

    Tahun ini Penghargaan Achmad Bakrie dianugerahkan kepada empat putra terbaik Indonesia yang telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam bidang ilmu dan bidang pengabdian masing-masing. Dewan Juri dan segenap panitia penyelenggara PAB 2017 mengucapkan selamat dan turut serta merasa bangga atas pencapaian keempat tokoh yang terpilih pada malam hari ini, yaitu:

    • Saiful Mujani, untuk Bidang Pemikiran Sosial
    • Terawan Agus Putranto, untuk Bidang Kedokteran
    • Ebiet G. Ade, untuk Bidang Kebudayaan Populer Alternatif
    • Nadiem Makarim, untuk Bidang Teknologi dan Kewirausahaan

    Versi lengkap konsiderans Dewan Juri dalam memilih keempat putra bangsa ini bisa dibaca dalam buku terbitan PAB 2017 yang telah diberikan kepada seluruh hadirin. Namun versi singkat dari konsideran tersebut adalah sebagai berikut: Continue Reading »

  • posted by Anindya Nov 4th, 2016

    WhatsApp Image 2016-10-29 at 7.54.28 PMSaya kembali ke Pulau Bali untuk kesekian kali. Kali ini saya ke Pulau Dewata untuk menghadiri sebuah acara yang cukup menarik yaitu 2016 Eisenhower Fellowship Regional UnConference. Acara yang bertema “ASEAN Unity through Changes and Innovation” ini digelar di Nusa Dua, Bali, tanggal 28-29 Oktober 2016 lalu.

    Hadir dalam acara itu sejuhlah tokoh yang menjadi pembicara dan menyampaikan pandangannya. Mereka antara lain: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr Bambang Soemantri Brodjonegoro, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu, Mantan Gubernur New Jersey yang juga President The Whitman Strategy Group dari AS dan Ketua Dewan Eksekutif Eisenhower Fellowships Christine Whitman, Gubernur Bank Sentral Thailand Veerathai Santiprabhob, Founder/Chairman ACER Stan Shih, dan lain-lain.

    Dalam acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Alumni Eisenhower Fellowships ini ada sekitar 20 pembicara yang semuanya adalah alumni. Mereka membahas seperti apa perubahan dan inovasi yang dapat menyatukan ASEAN. Continue Reading »

  • posted by Anindya Oct 31st, 2016

    Menyemangati atlet pelatnas di Bali

    Menyemangati atlet pelatnas di Bali

    Sabtu pagi itu, ribuan mata yang hadir dan miliaran mata yang menyaksikan melalui media, dibuat kaget oleh seorang anak muda. Di arena final renang 100m gaya kupu-kupu putra Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, anak muda 21 tahun itu secara tak terduga mencatatkan sebuah sejarah.

    Anak muda ini adalah Joseph Schooling, yang pada Sabtu, 13 Agustus 2016 silam berhasil menjadi juara dan mencatatkan diri sebagai atlit pertama Singapura yang meraih medali emas di Olimpiade. Emas itu, juga menjadi emas pertama bagi Singapura.  Dia juga memecahkan rekor Olimpiade di nomor tersebut dan mencatatkan rekor baru dengan 50,39 detik.

    Yang lebih mengagetkan lagi, apa yang diraih oleh Schooling itu didapat dengan mengalahkan raja renang dunia dari Amerika serikat, Michael Phelps. Phelps sendiri adalah atlet Olimpiade terbesar sepanjang masa, yang sudah mengantongi lebih dari 28 medali, mendominasi dan memecahkan banyak rekor di olahraga renang. Continue Reading »

  • posted by Anindya May 8th, 2016

    13087494_10154065868855138_2031642999808693449_nAkhir pekan lalu (Sabtu, 23 April 2016) saya mengikuti acara Sungailiat Triathlon 2016. Ini adalah acara triathlon pertama saya di Pulau Bangka, tapi acara triathlon keempat yang saya ikuti. Karena sebelumnya saya sudah ikut acara serupa di Bintan.

    Sungailiat Triathlon adalah acara tahunan yang digelar di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung. Penyelenggaranya adalah pemda setempat didukung oleh Kementrian Pariwisata. Kebetulan acara triathlon tahun ini juga bertepatan dengan HUT Sungailiat yang ke-250.

    Olahraga yang memadukan antara renang, bersepeda, dan lari marathon ini diikuti sekitar 687 orang. Mereka datang 19 negara. Negara tersebut antara lain; Algeria, Australiia, Austria, Kanada, Belanda, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Romania, Singapore, Spanyol, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, serta tentu saja tuan rumah Indonesia. Continue Reading »

  • posted by Anindya Mar 14th, 2016

    4th induatrial revolutionPada mulanya manusia hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan (hunter-gatherer). Kemudian ditemukan teknologi menjinakkan dan beternak hewan, juga bertani. Teknologi awal ini kemudian mempermudah manusia mencari makan dan memperbaiki asupan gizinya. Ini juga mengubah pola hidup manusia yang awalnya berpindah-pindah (nomaden), menjadi menetap, lalu tumbuhkan permukiman, kota, dan peradaban.

    Ribuan tahun manusia bergantung pada teknologi yang mengandalkan otot manusia dan hewan. Sampai akhirnya mesin uap yang ditemukan James Watt pada 1769 menggantikan tenaga otot itu. Kereta api uap juga lebih unggul memangkas jarak dan waktu dibandingkan kendaraan yang ditarik hewan. Penemuan mesin-mesin mekanik bertenaga uap dan air inilah yang kemudian memicu revolusi industri pertama pada 1784.

    Lalu pada 1870, revolusi industri kedua bergulir. Di era ini, tenaga listrik berperan besar. Dengan mesin listrik, produksi masal dan efisiensi produksi pun dimungkinkan. Disusul dengan berkembangnya teknologi elektronik dan ditemukannya komputer yang kemudian melahirkan revolusi industri ketiga pada 1969. Di era ini, komputer personal, dan teknologi informasi mempermudah produksi. Revolusi industri ketiga ini juga merupakan fondasi dari revolusi industri keempat yang terjadi saat ini. Continue Reading »