-
posted by Anindya Oct 18th, 2010
Minggu pagi kemarin, 3 Oktober 2010, cuaca Jakarta mendung dan gerimis. Meskipun cuaca agak gelap, tidak menyurutkan langkah saya datang ke kawasan Monumen Nasional (Monas). Saya datang ke sana untuk mengikuti Jakarta Red Run 10K, lomba lari dan jalan sehat 10 kilometer yang diselenggarakan Yayasan Jantung Indonesia untuk memperingati Hari Jantung Sedunia.Pukul 05.30 WIB, saya sudah tiba di lokasi lomba, yang dipusatkan di Silang Monas Barat Daya. Di sana ternyata sudah banyak orang. Semua membaur jadi satu, baik laki-laki, perempuan, tua, muda dan anak-anak. Semua yang hadir mengenakan kaus berwarna merah bertuliskan Jakarta Red Run 10K, kawasan Monas pun kemudian menjadi merah.
Lomba ini, menurut Panitia, diikuti sedikitnya 1.000 orang peserta. Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad. Tampak di antara para peserta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, dr. Dewi Andang Joesoef, serta artis Marcellino Lefrandt dan Susan Bachtiar.

Kategori lomba dibagi dua, yakni “Red Run 10K” dan “Family Run/Walk”. Kategori “Red Run 10K” melewati rute Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman, hingga titik putar di Semanggi, lalu finish di Silang Monas Barat Daya. Sedangkan kategori family run/walk melewati rute sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Timur dan Jalan Medan Merdeka Utara.
Untuk lomba “Red Run 10K”, para peserta pun dalam tiga kelompok, yakni kelompok elite/atlet, kelompok amatir/umum dan kelompok fun run/walk. Saya masuk dalam kelompok umum. Meski tak juara satu, dua,atau tiga, saya mampu mencapai finish.
Jarak 10 kilometer bagi sebagian besar orang memang bukan jarak yang dekat untuk dilalui dengan berlari. Namun, saya cukup menikmati kegiatan yang disponsori, salah satunya oleh Bakrie Telecom itu. Sebab, selain menyehatkan, juga bisa berkumpul dan berbaur dengan banyak orang.
Selain itu saya juga biasa berlari lebih jauh dari jarak tersebut. Kebetulan orang yang gemar berolahraga lari marathon. Lari marathon sendiri jarak tempuhnya 42 km, atau 21 km yang disebut half marathon.Sebenarnya bukan hanya lari saja, olah raga yang saya lakukan. Saya juga suka melakukan olahraga lainnya seperti menyelam, dan olahraga lainnya. Keluarga saya memang suka olahraga. Ayah saya Aburizal Bakrie suka bermain tenis. Beliau sangat mencintai olah raga ini, bahkan setiap pagi selalu meluangkan waktu bermain tenis. Baliau juga suka olah raga karate, bahkan sudah memegang sabuk hitam.
Berbeda dengan ayah yang suka tenis, dan karate, saya suka olahraga lari. Saya suka lari karena ini adalah olahraga yang melatih manajemen tubuh, di sana ada pengaturan yang baik antara napas dan ritme langkah kaki saat berlari. Sejak sekitar enam tahun lalu saya mulai menekuni lari jarak jauh atau yang dikenal sebagai lari marathon. Saya sering mengikuti kejuaran lari marathon, meski hanya sebagai penyaluran hobi semata.
Saya cinta sekali dengan olah raga lari ini. Lari bagi saya punya arti tersendiri. Pertama, olahraga ini murah, tak butuh perlengkapan khusus untuk melakukannya. Kedua, olahraga ini adalah olahraga yang paling egaliter, karena bisa diikuti oleh siapa saja tanpa pandang bulu, tua muda, kaya, miskin, bahkan bisa dilakukan sendirian, tanpa harus mencari lawan main.

Menurut penelitian para ilmuwan, lari, terutama jika dilakukan pagi hari, dapat mencegah penyakit stres dan depresi. Penulis buku “The Exercise Prescription for Depression and Anxiety” Dr. Keith W. Johnsgard mengatakan dengan lari akan terjadi peningkatan aliran darah yang dapat membuat kita lebih tenang menghadapi stres dan merenggangkan otot. Ternyata Dr. Keith yang psikolog ini juga memiliki hobi yang sama dengan saya; lari marathon.
Lari ternyata juga bisa meningkatkan mood atau semangat kita. Lari bahkan bermanfaat juga bagi wanita hamil. Dari hasil penelitian Universitas Melbourne, Australia, wanita hamil yang kerap berolahraga lari jarang gelisah, kondisi psikologi baik, begitu juga pikirannya. Tentu saja jika Anda ingin berlari saat hamil harus terlebih dahulu meminta nasihat dokter.
Mungkin bagi sebagian besar orang, lari marathon yang menempuh jarak jauh terasa berat. Tapi sebenarnya jika kita sudah terbiasa lari jarak jauh, itu tak sulit. Jadi saya sarankan bagi yang tertarik agar membiasakan diri dengan rutin berlari dan dilakukan secara bertahap.
Saya sendiri rutin berolahraga lari. Dalam seminggu, saya bisa melakukan marathon tiga kali. Kadang cukup dengan lari 10 km saja. Saya lakukan itu di tengah-tengah padatnya kegiatan saya.Karena cinta pada lari marathon, saya juga pernah saya ikut kejuaraan lari marathon, dan even lari lainnya di luar negeri. Seperti Singapura, Hongkong, dan di Los Angeles. Meski tarafnya belum profesional, yang penting hobi tersalurkan. Awalnya saya ikut even lari Bali 10K, di Bali. Saya rasakan, kok badan lebih seger setelah lari, habis itu saya jadi kecanduan.
Dalam lari marathon memang ada kriterianya. Disebut taraf profesional jika pelari bisa mencapai jarak 40 km dalam waktu dua jam. Kalau saya sendiri dengan jarak 40 km bisa melakukannya dalam waktu empat jam saja sudah cukup senang. Karena kalau dihitung berarti dalam sejam kan bisa berlari 10 km secara konstan.
Saking cintanya dengan lari marathon inilah yang kemudian menginspirasi saya untuk mengadakan lomba lari di jalan tol yang dikerjakan kelompok usaha Bakrie & Brothers, yaitu ruas Kanci-Pejagan sepanjang 38 km di daerah Cirebon, Jawa Barat. Akhirnya acara lari marathon di jalan tol yang dinamai “Run D’ Toll” sukses digelar Minggu, 24 Januari 2010 lalu. Ini sudah saya tulis di blog sebelumnyaberjudul “Garis Start di Tol Kanci-Pejagan”.

Selain itu, bulan Maret lalu, tepatnya tanggal 20 Maret, saya juga berpartisipasi dalam “Indonesia-USA Friendship Run 5K”. Lomba lari ini digelar dalam rangka rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia. Lalu, muncul ide mengadakan lomba lari yang juga dirancang sebagai bentuk silaturami atau keakraban antara Paspampres dan US Secret Service (USSS Presidential Guard) atau paspampres-nya Amerika. Kebetulan para US Secret Services ini datang duluan ke Indonesia dalam advance team. Jadi meskipun akhirnya Presiden Obama menunda kedatangannya, mereka tetap mengikuti lomba lari itu.
Lari marathon sudah menjadi bagian dari hidup saya. Jika ada acara lari saya akan senang sekali berpartisipasi. Selain sehat, saya juga gembira bisa berlari bersama dan berinteraksi dengan masyarakat banyak.
22 Responses to “Jakarta Red Run 10K dan Kecintaan Saya Pada Lari Marathon”
Leave a Reply











olahraga yg sangat menyehatkan badan….
Ya Boss, kapn2 ajak2 kita biar tmbh smagat!
Mantap !
Sukses selalu, Pak !
menjaga kesehatan lbh baik dari pada mengobati
sukses terus olah raga nya
masih kuat hebat euy..
mas anin keren oiíi .. Olah raga sehat sehat
betul sekali pa, lari bisa membuat hari makin mantapppppppppppp
Hehe baru baca … ternyata hobby Pak Anin sama dengan saya …
Pak,,apa boleh tulisan soal hobi lari bapak ini saya muat di koran saya? terima kasih
inspiratif, sudah terbukti menghilangkan stres, dan daya tahan dalam bisnis
saya juga olah raga lari bos, setiap 2 hari sekali saya rutin lari mengelilingi SUGBK.
tubuh saya merasa tertantang dengan olah raga lari. Dan yang paling penting bagi saya lari bagus untuk kesehatan jantung. Saya merasa tubuh saya lebih prima dengan rutin olahraga lari.
semoga kapan-kapan kita bisa lari bersama ya..
biasanya setiap ada acara lari saya ikut, semoga kapan-kapan kita bertemu di situ.
Sukses Pak Anindya, Awalnya saya suka olah raga lari tanpa alasan… kecuali bahwa saya harus olah raga dan saya tidak suka olah raga yang “body contact”, maka lari adalah pilihan saya. Bagi saya olah raga ini tidak sesederhana gerakannya tetapi memiliki keunikan tersendiri; seperti kemandirian, karena kitalah yang mengatur ritme, kecepatan, ataupun jarak tempuh. kedua, meditatif, saat kita lari pikiran dibuat untuk mengurangi aktivitasnya (tidak seperti olah raga permainan, atau olah raga ketangkasan), sehingga setelah olah raga pikiran terasa lebih rileks…
Salam,
Benar sekali Indra
Wah seru! saya juga suka jogging. apalagi sekarang setiap minggu Bogor ramah sekali untuk pejalan kaki. Car Free Day jam 6-9 pagi, Mas!
@ferry, semoga semakin banyak kawasan car free day di indonesia
Hai Anin, dulu sekali saya suka lari pagi diseputar kompleks tempat tinggal saya diseputar kompleks BI Pancoran dan Patra Kuningan, Jakarta, sampai saat saya dibelikan sebuah sepeda mini. Sejak saat itu saya lebih suka bersepeda daripada berlari. Namun kegiatan olah raga disekolah tidak kenal olah raga bersepeda, sehingga saya tetap berlari sebagai olah raga di sekolah sampai SMP.. apalagi bersama teman-teman, sehingga pelajaran olah raga menjadi saat yang sangat menyenangkan buat saya.. you know what.. to see you run, brings all fun memories of my childhood and our favourite sports.. running and bicycling… Have a great day, Anin..
Thx Santi, teruslah berlari
Terima kasih kembali, Anin. Terus terang Nin, saya sudah jarang banget berolahraga lari, my favorite sport now is swimming. Tapi gak bakalan qualified untuk ikut triatlon dech… heheheh… have a great day, Anin..
Tetap memiliki mood dan badan yg sehat Pak Anin dan anti stress hehe.. terus beri inspirasi dan contoh teladan untuk bangsa. Sy mengidolakan Bapak Anin, sy ingin sekali melihat bapak secara langsung. Yours truly, Rully
40km dalam 4 jam? Wah…nggak kebayang berlari selama 4 jam… Butuh latihan yg banyak dan stamina yg kuat pastinya yaa.. Saya sepertinya nyerah nih kalo disuruh lari sejauh itu…. Lebih baik disuruh berenang aja kayaknya hehe… Anyway kegiatan jantung sehat..hm..jadi inget alm ayah saya Alm. Mayjend (Purn) H.T.Djohan, beliau dulu ketua yayasan jantung sehat DI Aceh, hobinya juga olahraga tenis, berlari plus main sepak bola. Mungkin pernah beberapa kali bermain bersama Pak Aburizal ya, krn beliau dulu jg ketua DPD Golkar DI Aceh. Salam hormat buat om Ical ya..
Salam Kenal Pak Anin, olah raga lari marathon memang aktivitas yang sangat menyenangkan apa lagi ditambah musik tuk penyemangat.. saya sering melakukannya Seminggu 2 kali setiap selasa sore dan minggu pagi .. memang jika dilakukan tuk menjadi kebiasan akan menjadi sehat badan pun terasa ringan dan juga segar.. “sukses selalu tuk Pak Anin”