SEARCH :
  • posted by Anindya Apr 19th, 2018

    Beberapa waktu lalu saya dan keluarga memutuskan berwisata ke Kawasan Timur Indonesia. Kali ini kami memilih berlibur ke Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya saya sendiri sudah sering ke Pulau Komodo. Namun saya tidak pernah bosan untuk pergi ke daerah ini.

    Pulau Komodo memang terkenal karena Komodonya. Kadal besar sisa zaman prasejarah ini memang tidak ada di tempat lain di dunia, kecuali hanya ada di Indonesia (Pulau Komodo saja). Orang luar biasa menyebut Komodo ini sebagai dragon atau naga. Karena itu Pulau Komodo sering dibilang juga sebagai sarang para naga.

    Di sana, ada hampir 6000 Komodo yang tersebar di Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitarnya di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Mereka hidup bebas dan berburu hewan liar di sekitar pulau seperi babi, rusa, dan sejenisnya.

    Meski termasuk binatang buas, tapi jangan takut, selama melihat Komodo anda akan ditemani oleh pawing atau Ranger. Jadi bisa melihat komodo dari dekat dan foto-foto tentunya dengan mengikuti arahan Ranger agar aman. Anda juga bisa berinteraksi dengan warga asli yang tinggal di Kampung Komodo.

    Tak bisa dipungkiri bahwa Pulau Komodo terkenal karena Komodonya. Tapi, di sana wisata yang ada tidak hanya melihat Komodo saja. Ada banyak spot wisata yang menarik di Taman Nasional Komodo yang luasnya 1.817 KM persegi itu.

    Misalnya Labuhan Bajo. Ini adalah gerbang masuk ke kawasan tersebut. Tempat orang yang akan ke Pulau Komodo menginap dan menikmati wisata bahari dan kuliner.Lalu dua jam berlayar dari Labuhan Bajo anda bisa ke Loh Buaya di Pulau Rinca. Di sana anda selain bisa melihat Sang Naga dari dekat, juga bisa hiking ke puncak bukit atau bersantai di pantai menikmati pemandangan yang indah.

    Di Pulau Komodo juga ada pantai merah muda atau Pink Beach. Pantai dengan pasir berwarna merah muda ini terkenal dan sangat instagramable. Ada juga Gili Laba yang gambarnya juga sering bersliweran di Instagram. Dari kawasan ini orang sering berfoto dengan latar pemandangan indah Taman Nasional Komodo, terutama saat musim penghujan di mana rumput savananya terlihat hijau dan asri. Ada juga Pulau Kelor dan Pulau Padar, yang menawarkan pemandangan tak kalah indah dan eksotis.

    Selain itu, wisata bahari sendiri adalah hal yang sangat menawan hati di kawasan ini. Selama di sana, saya cukup kenyang menikmati semua yang ada. Mulai dari berenang (open water swimming), main paddling boat (yang jadi terkenal karena sering dipakai Bu Susi), sampai diving atau menyelam menikmati keindahan bawah laut. Di dalam saya ketemu penyu dan manta atau ikan pari raksasa.

     

    Sore harinya, setelah capek menikmati laut, saya bersantai di atas kapal menikmati sunset. Sekelompok kalong yang sedang migrasi menambah indah suasana di hari itu. Inilah yang membuat saya tak pernah jemu untuk selalu kembali ke sarang Sang Naga.

    Pulau Komodo memang indah. Keindahannya terkenal ke seantero dunia. Tak heran banyak orang mancanegara yang rela jauh-jauh melanglang buana ke sana. Padahal sebenarnya masih banyak tempat indah serupa lainnya di Indonesia. Sebut saja Banda Neira, Wakatobi, Bunaken, Mandalika, Raja Ampat, dan lain sebagainya.

    Orang luar sering iri dengan kita karena kita tinggal di kawasan archipelago yang banyak pantai dan laut yang indah. Namun sayangnya sebenarnya orang luar justru yang lebih mengenal dan kerap mengunjungi dibanding orang kita sendiri. Misalnya saja saat saya bertemu Pangeran Monaco Albert II, dia menceritakan soal pengalamannya di Raja Ampat. Sementara istri saya saja saat itu belum pernah ke sana, dan banyak sekali orang Indonesia yang belum tahu atau belum pernah ke sana.

    Kita sebagai orang Indonesia jangan mau kalah dari orang luar. Kalau ada dana lebih, travelingnya sebaiknya ke tempat-tempat indah di Indonesia. Saya sendiri pernah keliling berbagai tempat wisata dunia, dan menurut saya yang ada di Indonesia tidak kalah dengan itu semua.

    Memang, masih ada kendala infrastruktur di berbagai kawasan. Itu juga yang katanya membuat tempat wisata luar yang sebenarnya tidak bagus, bisa lebih ramai dari yang ada di sini. Tapi dengan pemerintah saat ini yang sedang giat membangun infrastruktur, semoga masalah ini bisa di atasi. Saya yakin wisata di Indonesia akan semakin baik dan semakin ramai lagi.

    Nah kita sendiri sebagai orang Indonesia jangan mau kalah. Ayo jelajahi negeri ini. Jangan sampai orang luar lebih mengenal (tempat wisata) negeri kita dibanding kita sendiri.

One Response to “Melanglang Buana ke Sarang Para Naga”

  1. Nana Suryan says:

    Selamat sore Pak Anindya Bakrie,

    Perkenalkan, nama saya Nana Suryana mahasiswa Ilmu Politik Universitas Bakrie. Kebetulan bulan Februari kemarin saya baru lulus hehe.

    Saya sering baca-baca tulisan Bapak yang menarik buat saya. Semoga Bapak sehat dan sukses selalu, saya tunggu cerita pengalaman Bapak yang sangat menginspirasi saya sebagai generasi penerus bangsa.

    Salam kenal Pak Anindya Bakrie.

Leave a Reply