SEARCH :
  • posted by Anindya Aug 23rd, 2017

    Dibacakan pada Malam Penganugerahan PAB, Jakarta, 22 Agustus 2017

    20953635_10155571448330138_1426549371606836222_nAssalamu alaikum Wr. Wb
    Salam sejahtera buat kita semua

    Tahun ini Penghargaan Achmad Bakrie dianugerahkan kepada empat putra terbaik Indonesia yang telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam bidang ilmu dan bidang pengabdian masing-masing. Dewan Juri dan segenap panitia penyelenggara PAB 2017 mengucapkan selamat dan turut serta merasa bangga atas pencapaian keempat tokoh yang terpilih pada malam hari ini, yaitu:

    • Saiful Mujani, untuk Bidang Pemikiran Sosial
    • Terawan Agus Putranto, untuk Bidang Kedokteran
    • Ebiet G. Ade, untuk Bidang Kebudayaan Populer Alternatif
    • Nadiem Makarim, untuk Bidang Teknologi dan Kewirausahaan

    Versi lengkap konsiderans Dewan Juri dalam memilih keempat putra bangsa ini bisa dibaca dalam buku terbitan PAB 2017 yang telah diberikan kepada seluruh hadirin. Namun versi singkat dari konsideran tersebut adalah sebagai berikut:

    Dalam bidang pemikiran sosial, Saiful Mujani telah membuka sebuah cara pandang baru dalam memahami Indonesia’s voting behavior, yaitu perilaku rakyat Indonesia dalam melakukan pilihan-pilihan politik. Ia melakukannya tidak secara spekulatif, tetapi secara empiris dan sistematis, dengan bersandar pada metodologi yang sahih dalam tradisi ilmu politik. Walaupun ia bukan ilmuwan yang memulai tradisi survei politik di Indonesia, namun lewat tangannyalah metode ini menjadi alat yang ampuh, dapat dipertanggungjawabkan, serta populer sejak era reformasi lebih satu dekade yang silam.

    Singkatnya, lewat studinya yang tekun, Saiful Mujani telah membantu kita semua untuk lebih memahami karakteristik demokrasi Indonesia secara lebih lengkap, baik potensi maupun kelemahan yang ada di dalamnya. Dengan semua ini, ilmu politik di Indonesia berhasil maju selangkah dalam membaca realitas di negeri kita.

    Dalam bidang kedokteran, Terawan Agus Putranto telah membuka harapan begitu banyak pasien atau calon pasien yang mengidap penyakit atau penyumbatan pembuluh darah di otak. Lewat penelitian dan metode yang ditemukannya, stroke bukan lagi menjadi momok yang menakutkan, pembawa malapetaka yang terjadi begitu tiba-tiba dan mencemaskan semua penderitanya. Walaupun masih cukup asing di kalangan tertentu, Terawan Agus Putranto berani mempertahankan metode temuannya, bahkan mempertahankannya dalam sidang disertasi doktor yang sukses dengan gemilang beberapa saat lalu. Ia membuktikan bahwa dokter di Indonesia juga bisa menjadi inovator dan peneliti yang tekun dalam mengabdi pada bidangnya.

    Selain semua itu, tokoh yang merintis karir di dunia militer ini ternyata juga mampu menciptakan suasana yang nyaman di ruang medis: pasien dan penderita tidak perlu merasa cemas atau terintimidasi oleh segala peralatan radiologi yang menjadi instrumen kerjanya. Ia bekerja secara terbuka, bahkan, sambil menyembuhkan sang pasien, ia menciptakan suasana yang gembira dan santai, yang menurut beberapa ex-pasiennya agak mirip dengan kegembiraan dalam ruangan karaoke.

    Dalam bidang kebudayaan populer alternatif, Ebiet G. Ade adalah seniman multi-zaman, mencipta, berkarya, serta memperkaya kebudayaan populer Indonesia. Lagu-lagu ciptaanya telah menemani generasi satu ke generasi lainnya, mengisi relung hati mereka dengan ungkapan-ungkapan puitis, baik dalam menyatakankan cinta mereka, dalam mengungkapkan kepedihan ketika mereka mengalami patah hati, dalam memuja keindahan alam, atau dalam mengungkapkan rasa takjub mereka kepada Sang Pencipta.

    Lagu dan syair Ebiet G. Ade bisa dinikmati semua kalangan, segala umur dan segala tingkatan sosial. Buat Indonesia, ia adalah Bob Dylan, seorang penyanyi balada di Amerika Serikat yang pada tahun ini memperoleh Hadiah Nobel Kesusastraan. Di tangan Ebiet G. Ade, bahasa Indonesia menjadi bahasa yang liris, sederhana namun berisi, gampang dipahami namun menyentuh hasrat manusia pada keindahan, cinta, dan ketulusan hati.

    Dalam bidang teknologi dan kewirausahaan, Nadiem Makarim telah membuktikan bahwa anak muda Indonesia juga bisa menjadi inovator yang mempertemukan dunia aplikasi teknologi dan dunia enterpreneurship. Ia merintis sebuah bidang yang tak terduga, dan dengan itu melakukan disrupsi pada dunia transportasi yang selama ini selalu memusingkan semua orang, terutama di kota-kota besar Indonesia. Dalam waktu singkat, perusahaan yang didirikannya, Gojek, kini telah tumbuh menjadi salah satu unicorn Indonesia. Ia telah membantu kehidupan ratusan ribu supir ojek, memperkenalkan kepada mereka teknologi dan manajemen modern.

    Boleh dikata, Nadiem telah membantu kita semua: ia membuka harapan baru bahwa Indonesia tidak hanya duduk sebagai penonton dalam perlombaan aplikasi teknologi. Berbagai bidang kehidupan di negeri kita kini terbuka buat kaum inovator yang jeli melihat peluang di awal abad ke-21. Dalam konteks inilah, Nadiem telah menjadi sebuah simbol bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang kreatif, sebuah negeri dengan kaum muda yang mampu bersaing dalam kompetisi teknologi untuk merebut kemajuan di masa depan.

    Demikianlah ringkasan konsideran Dewan Juri PAB 2017. Sekali lagi, kami menyampaikan selamat dan kebanggaan kami semua kepada keempat tokoh yang mendapat penghargaan pada malam yang berbahagia ini.

    Wabillahi taufiq walhidayah
    Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply