SEARCH :
  • posted by Anindya Mar 7th, 2016

    25755492191_78ed992f69_zOlahraga beladiri campuran atau Mix Martial Art (MMA) kini kian populer dan digemari banyak orang di dunia. Olahraga keras yang menampilkan pertarungan full-contact combat ini sekarang ramainya sudah tidak kalah dengan pertandingan keras lainnya seperti tinju (boxing), bahkan nantinya bisa lebih populer dari tinju.

    Sejak dipopulerkan oleh UFC (Ultimate Fighting Championship) pada tahun 90an, MMA mulai menarik banyak minat pecinta beladiri untuk menonton, atau ikut terjun di dalamnya, termasuk di Indonesia. Saya sendiri kebetulan juga suka berlatih MMA. Bisanya saya berlatih Brazilian Jiu Jitsu.

    Sayangnya, meski banyak peminatnya, namun di Indonesia belum ada wadah untuk beladiri ini. Karena itu kami kemudian berinisiatif mendirikan wadah bagi para petarung MMA yang kami namakan: Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI). KOBI sendiri sebenarnya sudah didirikan pada 17 November 2015, tapi baru dideklarasikan di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin 15 Februari 2016. Organisasi ini juga sudah disahkan menjadi badah hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0012521.AH.01.07 tahun 2016.

    Ketua Umum KOBI adalah adik saya Anindra Ardiansyah Bakrie, dibantu oleh Wakil Ketua Umum Reva Dedi Utama, Sekretaris Umum Fransino Tirta, dan Bendahara Umum Hari Raharjo. Saya sendiri kebetulan tergabung dalam anggota dewan pembina bersama Rosan Prakasa, dan Budi Jiwandono. Ketua Dewan Pembinanya adalah Prabowo Subianto.

    Dengan hadirnya KOBI, kami berharap para petarung MMA di Indonesia tidak kebingungan lagi mencari wadah. KOBI akan menjadi rumah bersama bagi para petarung MMA. Selain itu, kami juga akan membantu olahraga ini menuju olahraga industri dengan merangkul semua aliran beladiri yang ada di Indonesia.

    25220084854_11b3a65e7d_z

    Visi KOBI sebagaimana diungkapkan oleh Ardi adalah menjaga integritas dan melindungi keselamatan para petarung yang ada di dalam naungannya. KOBI akan menjadi pengawas, badan sanksi, dan penasihat resmi olahraga MMA. Juga aspek penting lainnya seperti kepelatihan, pengujian, wasit, dan medis.

    KOBI juga akan meningkatkan prestasi para petarung bukan hanya nasional tapi juga sampai kancah internasional. Karena itu organisasi ini akan menggelar kompetisi MMA secara rutin di tanah air. Juga aspek penting lainnya seperti kepelatihan, pengujian, wasit, dan medis.

    Untuk itu KOBI akan menaungi sebuah ajang kompetisi MMA bertajuk One Pride Indonesia yang akan disiarkan langsung oleh tvOne. Tercatat setidaknya ada 100 petarung yang sudah mendaftar di kompetisi ini.

    Kerjasama dengan organisasi serupa di luar negeri juga dijajaki KOBI. Salah satunya adalah dengan Asosiasi Mixed Martial Art (BAMMA) dari Inggris. KOBI juga ada di bawah pengawasan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

    Bahkan saat deklarasi, BOPI yang juga hadir memberikan pujian bagi KOBI. Ketua Umum BOPI Mayjen TNI (Purn.) Noor Aman menilai kami sangat serius. Beliau mengatakan sejauh ini memimpin BOPI, belum pernah menemukan ada organisasi yang mengajukan proposal program yang terstruktur dan terperinci sebaik KOBI. Karena itu beliau yakin kita punya komitmen yang kuat untuk memajukan olahraga ini.

    Lalu bagaimana dengan keamanan olahraga MMA ini? Karena bagi sebagian orang olahraga ini tergolong keras. Apalagi dalam beberapa pertarungan MMA sering terlihat darah mengucur.

    Sebenarnya olahraga MMA ini aman asalkan mengikuti aturan yang ada. Bahkan riset dari University of Alberta’s Sather Sport Medicine Clinic diketahui bahwa MMA lebih aman dari tinju. (selengkapnya baca di sini ) Karena itu saya yakin olahraga ini akan mengalahkan tinju nantinya.

    25224019183_47e81a17f7_z

    Meski demikian, KOBI juga akan tetap memberlakukan aturan yang ketat. Sebab bagaimanapun olah raga keras termasuk olahraga yang

    berisiko tinggi. Maka keselamatan petarung di atas ring akan menjadi prioritas utama.

    Dalam even One Pride Indonesia yang akan menjadi even perdana KOBI, aturan ketat yang sudah dibuat akan diberlakukan. Misalnya skill petarung yang akan berlaga harus sama. Juga ada berbagai pemeriksaan untuk mengurangi risiko. Sebelum bertarung juga akan dicek dulu kondisinya. Juga akan ada asuransi dan tim medis, dokter, dan ambulan yang selalu stand by.

    Kami juga akan mengadakan program pendidikan dan pelatihan bagi para atlet dan pelatih MMA di Indonesia, untuk meningkatkan kualitas petarung. David Burke dari pihak One Pride Indonesia mengatakan rule yang akan digunakan sama dengan UFC. Bahkan dia menjanjikan One Pride Indonesia tidak mau kalah dengan UFC yang lebih dulu terkenal.

    Saya juga yakin, suatu saat kompetisi MMA di bawah KOBI ini akan mengalahkan UFC. Saya juga yakin bahwa petarung-petarung Indonesia akan mampu unjuk gigi di luar negeri. Sehingga nantinya kita akan menemukan petarung setangguh Royce Gracie, Conor McGregor atau Rounda Rousey dari negeri ini.

Leave a Reply