SEARCH :
  • posted by Anindya Jun 30th, 2014

    FA_viva Indonesia Finance Today250X370-01Bulan Juni ini adalah saat yang menggembirakan bagi saya dan seluruh keluarga besar ANTV. Betapa tidak, di bulan ini televisi yang kita cintai ini tercatat menjadi televisi nomor satu di Indonesia.

    Hal tersebut bisa dilihat di data Nielsen yang melakukan pengukuran kepemirsaan televisi di 10 kota besar di Indonesia. Data tersebut menunjukkan ANTV memperoleh audience share sebesar 14,8 persen dari seluruh populasi televisi (Sumber: Nielsen 10 kota, pada seluruh target pemirsa dalam kurun waktu 13-15 Juni 2014).

    Selain tayangan Piala Dunia 2014 berbagai tayangan andalan ANTV seperti serial Mahabarata, Mahadewa, Super Deal, beberapa program film kartun memberikan andil cukup besar bagi pencapaian posisi nomor satu tersebut. Kuis Super Deal misalnya, sempat tercatat menjadi kuis nomor satu dengan rating 3,1 dan share 13,3.

    Apa yang dicapai ANTV ini sudah terlihat jauh hari. Sepanjang 2014 ANTV selalu mengalami peningkatan penjualan dan pangsa pasar atau tv share yang lumayan fantastis. Bandingkan saja share pada saat kita menjadi televisi nomor satu dengan share di awal 2013 yang hanya 6,3 persen.

    Pendapatan iklan di ANTV juga mengalami kenaikan pesat. Jika pada Januari 2013 hanya 40 miliar per bulan, di 2014 mengalami peningkatan signifikan. Hingga Mei 2014, ANTV tercatat berhasil mengumpulkan angka 85 miliar per bulan. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan penjualan sebesar 53 persen.

    Ini semua tak lepas karena kerja keras tim atau keluarga besar ANTV. Terutama dalam menghasilkan program-program atau siaran unggulan yang terbukti diminati oleh masyarakat Indonesia. Prestasi ini tentu saja harus sangat disyukuri. Apalagi pencapaian ini tidak mudah dan tidak terjadi dalam “satu malam”.

    Saya masih ingat, ketika dulu saat ditugasi menghandle ANTV pada tahun 2002 silam, perusahaan ini dalam kondisi tidak baik. ANTV saat itu sedang bangkrut dan terjerat banyak utang, bahkan terpaksa masuk program penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Dalam waktu dua tahun saya lalu melakukan restrukturisasi dan utangnya menjadi nol. Sekitar 80 persen utang perusahaan menjadi penyertaan modal.

    Hal yang sama saya lakukan saat mengambil alih Lativi pada Maret 2007. Ketika itu, perusahaan TV ini juga dililit utang cukup besar. Rating dan audience share-nya selalu berada di urutan terbawah. Akhirnya, dengan kerja keras, pada Februari 2008 Lativi berubah menjadi tvOne, yang menjadi televisi papan atas Indonesia. Saat ini, tvOne juga menjadi televisi berita nomor satu di Indonesia.

    Pengalaman di ANTV tersebut adalah salah satu dari pengalaman di mana saya harus mengambil keputusan yang sulit. Terutama saat harus memasuki PKPU. Dengan melalui proses ini bukan berarti bahwa perusahaan akan ditutup tapi kami harus mengadakan negosiasi dengan seluruh kreditur di pengadilan niaga. Hasilnya hanya ada dua pilihan, disetujui atau tidak.

    Jika tidak ya, berarti bangkrut atau likuidasi. Ini merupakan sebuah keputusan besar, walaupun kami yakin tetapi risikonya juga besar. Dalam proses ini, pertanggungjawaban kita diuji. Mengajukan hal ini ke Pengadilan Niaga berarti kita serius untuk melakukan restrukturisasi dan menempati janji. Bukan melihat ke belakang, mencari reasoning dan excuses tapi mencari results dan accountability ini adalah landasan kepercayaan. Alhamdulilah, perusahaan menjadi sehat.

    Dalam menangani ANTV dan bisnis lainnya, saya selalu menerapkan prinsip 4 P yaitu purpose, passion, professionalism dan pray. Penerapan prinsip Purpose atau tujuan hampir sama di setiap perusahaan, apapun yang kita lakukan harus jelas maksud visi dan misi. Tidak hanya sekadar mencari untung. Dalam kasus ANTV, purpose-nya adalah untuk memberikan hiburan dengan penyajian yang berkelas internasional, pada Bakrie Telecom, purpose-nya adalah agar warga Indonesia bisa menelepon dan mengirim SMS tanpa terbebani.

    Kedua adalah Passion atau kecintaan dalam melalukan seluruh kegiatan bisnis. Kita harus memiliki passion dalam membangun sesuatu. Industri yang kami bangun merupakan real sector yang value added dan ini tentunya membutuhkan passion. Ketiga, profesionalisme itu penting. Sebagai pemimpin kita harus menyadari apa kekuatan dan kelemahan kita dan kemudian membentuk tim untuk memperkuat perusahaan serta memberikan otoritas yang akuntabel kepada mereka. Dan yang terakhir ketika semuanya sudah dilakukan, ya berdoa saja.

    Namun itu semua tidak akan bisa tercapai tanpa bantuan dan kerja keras karyawan dan keluarga besar ANTV. Sebagai atasan saya berkewajiban membangkitkan mereka. Motivasi penting untuk membalikkan keadaan. Kita harus mampu menjelaskan pada mereka mengenai purpose dan passion karena jika hanya membicarakan keuangan hal ini tidak akan terlalu memotivasi. Purpose dan passion harus mengena, harus sampai ke individu.

    Selain itu, pemimpin harus memberi contoh. Saya salah satu orang yang memberikan contoh untuk bekerja keras. Saya yakin segala sesuatu tidak ada yang instan, tidak ada shortcut, kita harus work hard dan work smart. Jangan lupa juga memberikan insentif yang disejajarkan dengan kemampuan perusahaan.

    Dalam membangun perusahaan, apalagi di saat sulit, pemimpin juga harus mendengarkan berbagai pendapat. Syukur-syukur jika terbentuk konsensus. Yang dituju adalah keputusan yang dianggap benar oleh pemimpin tapi yang harus didukung oleh seluruh pihak. Kita harus mendengarkan dulu jika tidak bisa dicapai konsensus, maka pemimpin harus mengambil keputusan dan meminta seluruh pihak untuk mendukung. Suka dan tidak suka itu proses. Yang paling berbahaya adalah membuat keputusan hanya untuk memastikan semua orang senang. Ini berbahaya karena bisa saja ini hanya merupakan euphoria sementara dan secara tak sadar kita berada di tepi jurang.

    Itulah singkat cerita bagaimana saya membangun ANTV dari bangkrut sampai menjadi televisi nomor satu di Indonesia. Melalui tulisan ini saya juga ingin berterimakasih kedapa semua pihak yang telah ikut membesarkan ANTV. Tanpa mereka mustahil saya sendirian bisa melakukan hal tersebut.

    Ke depan, ANTV akan terus berusaha menghadirkan program yang bagus dan disukai para pemirsa. Bagi kami pemirsa ini adalah segalanya. Mereklah yang bayar gaji kami. Karena itu, kami harus memberikan mereka kepuasan dari waktu ke waktu supaya mereka senang dengan produk dan pelayanan kami.

    Semoga ke depan ANTV semakin maju dan semakin dicintai masyarakat. Amin.

Leave a Reply