SEARCH :
  • posted by Anindya Jun 17th, 2011

    nusantara incubationSaat peluncuran program “Bakrie Telecom Media & Technology Vision 2015″ atau Bakrie TMT 31 Maret 2011 lalu saya mengatakan bahwa kami akan membangun visi dan mimpi bersama. Saat itu saya katakan bahwa kami akan memberi kesempatan para entrepreneur teknologi (teknopreneur) untuk mewujudkan mimpi bersama itu. Saat itu juga saya katakan bahwa kami akan menyediakan inkubator bagi para teknopreneur untuk tujuan itu.

    Sebagai tindak lanjut dan realisasi hal itu, Senin, 13 Juni kemarin,bertempat di Kawasan Rasuna Epicentrum saya meluncurkan Nusantara Incubation Fund (NIF). Inilah program yang saya janjikan saat peluncuran Bakrie TMT Maret lalu. ini merupakan langkah konkrit kami untuk mencetak dan membesarkan para teknopreneur di Indonesia.

    Seperti yang saya katakan saat acara peluncuran Bakrie TMT, kami telah menyiapkan dana senilai Rp100 miliar untuk NIF ini. Dana ini kami siapkan untuk para teknopreneur terpilih dan akan dikelola oleh Dewan Komisi Investasi yang terdiri dari 4 anggota, yaitu: Shinta Dhanuwardoyo, Hasan Yahya, Erik Meijer, dan Jastiro Abi. Sementara saya sendiri sebagai Principal NIF.

    Mengapa kami perlu membuat NIF? Ini karena kami menilai bahwa kreativitas teknologi di Indonesia sangat luar biasa. Lihat saja di dunia social media kita menduduki peringkat teratas. Orang-orang Indonesia juga dikenal sebagai pencipta aplikasi dan pemain New Media yang cukup disegani. Lihat saja Kaskus, Koprol, dan sebagainya. Bahkan ada anak sekolah yang bisa membuat social media dan anti virus sendiri.

    Untuk itu kami ingin memfasilitasi bakat-bakat muda yang ingin mengembangkan dan mewujudkan gagasannya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan dan menyerap banyak tenaga kerja. Bahkan, kalau bisa, menciptakan standar teknologi baru. Dengan ini mereka tak perlu merisaukan sumber pendanaan atau modal.nusantara incubation3

    Mengapa teknopreneur yang kami dorong? Karena menurut saya, pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mulai diubah. Jika Indonesia selama ini terus bergantung pada sumber kekayaan alam tanpa mengembangkan sumber ekonomi lain, seperti industri kreatif, jasa dan teknologi informasi, maka Indonesia akan mengalami stagnasi.

    Pertumbuhan ekonomi kita memang terus bertumbuh rata-rata di atas 5 persen dalam tiga tahun terakhir. Jumlah kelas menengah kita, berdasarkan data Asian Development Bank, juga telah mencapai 100 juta. Namun, tingginya jumlah kelas menengah itu belum diimbangi oleh proses penciptaan nilai yang tinggi dan konsisten di sektor produksi. Karena itu, daya saing kita rendah.

    Hal itu harus kita atasi dengan mendorong industry Kreatif, misalnya di bidang teknologi atau New Media. Caranya adalah dengan memperbanyak teknopreneur. Karena itu, NIF bertujuan menjadikan Indonesia pencetak teknoprenur terbanyak di Asia Tenggara dalam tiga tahun ke depan.

    Kekuatan utamanya adalah menggabungkan antara industri kreatif, teknologi informasi, serta pendidikan dan hiburan. Industri kreatif melahirkan ide, teknologi meningkatkan efisiensi, sedangkan hiburan dan pendidikan mendekatkan kita kepada masyarakat dan meningkatkan preferensi pasar atau ‘brand’.

    Maka melalui NIF, saya menantang para teknopreneur untuk bergabung. Tantangan ini berlaku bagi siapa saja baik itu entrepreneur, mahasiswa dan calon-calon pengusaha yang mempunyai ide-ide kreatif di bidang jasa dan teknologi informasi untuk menciptakan model bisnis terbaik di bidang ini.

    nusantara incubation2Bagi yang tertarik dengan tantangan ini, silakan berkunjung ke web NIF di http://www.nusantaraincubation.com. Di sana ada kontak NIF dan cara bagaimana mengajukan proposal bisnis kepada kami. Nantinya proposal akan diseleksi oleh Dewan Komisi Investasi. Tentunya, tidak semua proposal bisa lolos. Proposal yang kami terima adalah yang memiliki ide yang menarik dan jelas, Ini yang paling penting. Selain itu juga harus ada uraiaan kejelasan tujuan, daya tarik pasar, produk/layanan dan keunggulan produk dibandingkan yang sudah ada, dan lain sebagainya. Juga akan kami nilai tim yang Anda miliki.

    Jika terpilih dan masuk inkubasi, nantinya mereka juga akan disokong oleh knowledge partner NIF yang terdiri dari industri-industri di bawah Bakrie Group. NIF juga menyediakan coach bagi startups sehingga bisa mewujudkan langkah-langkah strategis dalam bisnisnya. Dari sana diharapkan akan lahir Kaskus-kaskus dan Koprol-koprol baru buatan dan milik putra-putri Indonesia.

    Karena itu, sekali lagi saya mengundang para teknopreneur atau pengusaha dan calon pengusaha di sektor telekomunikasi, media dan teknologi untuk memanfaatkan dana tersebut. Jangan sampai ide besar sia-sia hanya karena masalah dana. Mari bergabung bersama kami, mari kita tumbuh bersama untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata.

Leave a Reply