SEARCH :
  • posted by Anindya Apr 1st, 2011

    108049_btel-2-0Saat ini, dunia sudah sangat berubah. Perkembangan teknologi telah memungkinkan dunia semakin ada di dalam genggaman kita. Jika dahulu diawal perkembangannya, ukuran komputer sebesar sebuah kamar, kini semakin kecil dan bisa dimasukkan ke dalam kantong kita. Dengan teknologi informasi, semua hal ada di genggaman kita. Koran, TV, kantor, bahkan bos kita, bisa kita masukkan ke dalam kantong.

    Zaman telah berubah. Kita telah masuk ke era di mana teknologi telah menjadi kebutuhan dasar. Kini hampir semua orang membutuhkan dan memiliki telepon selular (ponsel). Padahal kalo kita lihat ke belakang, beberapa tahun lalu, hal ini masih menjadi mimpi bagi sebagian besar orang Indonesia. Saat itu masih jarang orang yang memiliki ponsel atau HP. Ponsel masih sangat mahal. Hanya ada dua operator yang mendominasi pasar.

    Karena itu, saat mulai merintis Bakrie Telecom (BTEL) pada 2005 lalu saya bertekad memecahkan persoalan tersebut. Akhirnya saat ini mimpi itu terwujud. Esia mengubah mimpi memiliki dan menggunakan ponsel bagi semua orang menjadi kenyataan, dengan menghadirkan ponsel murah, dan tarif murah. Sebelum Esia muncul, hanya terdapat 15% orang Indonesia yang memiliki ponsel. Sekarang, dengan hadirnya Esia, sudah 60% lebih yang memiliki ponsel. Jika dalam kalender masehi ada Before Christ (BC) dan Anno Domini (AD), maka kami membedakan jaman di era telekomunikasi mejadi BE (Before Esia) dan AE (After Esia).

    Sebagai pendatang baru, BTEL berbeda dengan para kompetitor yang skalanya sangat besar, dan uangnya sangat banyak. Satu-satunya cara BTEL bisa bersaing, bukan dengan cara mengubah diri, tapi dengan mengubah industri telekomunikasi nasional. Kompetitor kami bisa berubah kapan saja dan dengan cara apapun. Kami harus sangat selektif dan berpikir dengan hati. Mungkin bagi kompetitor kami, perubahan itu penting untuk meningkatkan keuntungan perusahaan belaka. Tapi kami berubah dan berusaha mengubah industri untuk mewujudkan sebuah misi dan keyakinan: bahwa telekomunikasi adalah hak asasi setiap rakyat Indonesia.ANB_20110331002

    Kami terus mencoba berbagai cara agar industri telekomunikasi dapat menjadi sebuah industri yang lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. BTEL menyediakan telekomunikasi untuk semua orang, apapun latar belakang dan berapapun income nya. Bagaimana kami melakukannya? Kami mengubah industri telekomunikasi Indonesia dalam lima tahun terakhir, dengan empat pendekatan utama yang strategis.

    Di tahun 2005 kami mengubah norma industri dengan mengedukasi masyarakat bahwa yang penting bukan pulsanya, tapi talktime-nya, berapa lama kita dapat berbicara di telepon. Setelah itu, semua operator berubah dari sebelumnya menjual pulsa kemudian berganti menjadi menit dan akhirnya detik. Dengan ini semakin ada transparansi untuk konsumen, dan pelanggan lebih punya kuasa untuk memantau dan mengontrol penggunaan telepon genggam mereka.

    Di tahun 2007 kami mengubah cara pandang bahwa telepon genggam itu mahal. Kami menyediakan telepon genggam CDMA dengan harga yang sangat murah. Kami melakukan revolusi pasar dengan menyediakan ponsel berharga kurang dari Rp200 ribu.

    Di tahun 2008 kami mengubah cara pandang orang terhadap SMS dengan memperkenalkan satu rupiah per karakter. Bahkan ini merupakan inovasi pertama di dunia, dimana kami telah menciptakan komunitas yang baru dan menyenangkan dengan bahasa baru dalam menulis SMS. Kami berusaha mematenkan inovasi pertama di dunia ini, namun upaya ini belum berhasil.

    Di tahun 2008 kami juga mulai memasukkan aplikasi-aplikasi yang relevan ke dalam telepon genggam kami. Ini memungkinkan orang dari berbagai kelas sosial dan kelompok untuk menikmati konten digital dan layanan internet seperti konten Islami dengan nama Hidayah, jejaring sosial, instant messaging, games, musik dan lain sebagainya.

    _MG_9641Saya bangga mengatakan bahwa BTEL adalah satu-satunya operator di Indonesia yang memiliki handset dan aplikasi milik sendiri, agar pelanggan kami bisa mendapatkan apa yang mereka mau, bukan saja apa yang mereka perlu. Banyak orang bertanya kepada kami, apa rahasianya?

    Aset terbesar Bakrie Telecom adalah tim kami. Para karyawan yang telah bekerja sangat keras dan dengan komitmen serta semangat yang tinggi menjadikan perusahaan sukses. Kemudian yang kedua adalah DNA atau Gen, yang unik yang telah kami bangun dan pelihara. Pelanggan harus selalu diutamakan. Layanan dan produk kepada Pelanggan, harus lebih cepat, lebih baik dan lebih murah dibandingkan dengan operator lain. Moto kami adalah ”faster, better, cheaper”. Kami juga sangat percaya pada Kesederhanaan atau “simplicity”. Kami memiliki tarif dan produk yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Hasilnya, harga dan penawaran kami menjadi transparan bagi para pelanggan.

    Dalam acara “Bakrie Telecom Media & Technology Vision 2015″ yang digelar Kamis 31 Maret 2011, di Blitz Magaplex Grand Indonesia, kami meluncurkan visi baru BTEL: “BTEL 2.0: More Than Just Talk”. Ini bukan hanya peluncuran sebuah langkah, melainkan sebuah lompatan besar kami yang kedua dalam lima tahun ke depan.

    Di dalam pengalaman saya di dunia telematika, selalu melalui siklus lima tahunan. Kalau dipikir-pikir, ini mirip dengan Zaman Orde Baru, yaitu dengan adanya Repelita. Sehingga kita harus selalu “re-investing” ourselves dalam setiap lima tahun. “BTEL 2.0: more than just talk” adalah lebih dari layanan suara, tapi juga layanan data di mana pelanggan BTEL bisa menikmati solusi mobilitas secara keseluruhan, dengan harga tetap yang paling terjangkau.

    Saya yakin banyak diantara anda yang bertanya-tanya atau sudah membaca di media, mengenai akan mendapatkan lisensi mobilitas penuh atau mobile cellular license. Itu merupakan domain pemerintah. Kami tidak bisa memberi komentar apapun. Mengapa pertanyaannya tidak diubah saja agar lebih menarik. Apa yang akan kami lakukan, seandainya mendapat mobile cellular license?

    Bila itu terjadi, yang tentu saja akan kami sangat syukuri, karena kami dapat melayani pelanggan lebih baik. Kalau sebelumnya pelanggan harus mengaktivasi telepon BTEL atau Esianya ketika berganti daerah, maka sekarang tidak perlu lagi. Kemanapun dan di manapun di seluruh Indonesia pelanggan BTEL akan memiliki nomor yang sama.ANB_20110331014

    Ini tentu juga merupakan peluang bisnis yang menarik bagi kami. Dari sebelumnya yang berkecimpung di layanan FWA, menjadi atau masuk ke dalam lahan selular yang 15 kali lebih besar. Tapi itu semua tidak cukup. Pelanggan tidak hanya puas bisa berbicara di mana saja dengan tarif yang murah. Itulah inspirasi kami. Mereka juga ingin dapat mengirimkan data. Lagi-lagi juga dengan tarif yang murah. Sebagai langkah awal meraih mimpi ini, kami telah meluncurkan Bakrie Connectivity (BCONN) pada bulan Juni 2010, dengan Erik Meijer sebagai CEO.

    Saat kami meluncurkan Bakrie Connectivity, kami tidak ingin hanya menjadi salah satu perusahaan yang menyediakan jasa layanan internet. Kami ingin mempertahankan jiwa dan pendekatan yang sama dan telah terbukti berhasil dengan Esia. Kami ingin menyediakan koneksi internet, yang tercepat dan terbaru, bagi semua orang Indonesia. Bukan hanya koneksi internet yang lambat dan terputus-putus, tapi koneksi yang terbaru, tercepat dan termurah. Untuk mewujudkan itu kami ingin mengulangi keajaiban Esia. Maka lahirlah AHA (Affordable Hyper-speed Access). Mungkin Anda ingat iklan televisinya dengan lagu “That’s the Way Aha, Aha, I Like It Aha, Aha..

    BTEL dengan Esia dan BCONN dengan AHA mengubah persepsi bahwa “yang mahal biasanya bagus”. Dengan teknologi dan kreativitas “yang paling bagus harusnya murah” BCONN yang baru didirikan sembilan bulan lalu perkembangannya sangat menggembirakan. Sekali lagi produk kami diterima sangat baik oleh generasi muda, dan oleh kaum professional yang berjiwa muda.

    Untuk menyediakan pengalaman yang terbaik bagi para pelanggan AHA, saya senang dan bangga bahwa Google telah memilih kami sebagai rekannya di Indonesia. Banyak yang dapat kami pelajari dari perusahaan seperti Google yang sangat inovatif. Kemitraan dengan Google menunjukkan bahwa kami dapat menjadi perusahaan terdepan dalam melakukan revolusi broadband di Indonesia.

    _MG_9676Dengan Google kami juga kerjasama dalam Cloud Computing alias komputasi awan. Sekedar berbagi pengetahuan, Cloud itu istilah teknis bagi laptop dan server untuk internet. Jadi, laptop dan server itu sudah tidak lagi terlihat secara fisik, tapi sudah di dunia maya. Komputer itu sendiri sekarang mulai ditinggalkan oleh perangkat lunak atau software. Semua perusahaan software sudah secara cepat berpindah ke Cloud. Cloud Computing memungkinkan software menjadi lebih murah dan mudah digunakan. Ini juga menciptakan penghematan kapasitas hardware, supaya tidak terlalu penuh isinya.

    Di Indonesia, BCONN telah membuat Cloud Computing. Kami sudah mulai menawarkan Cloud Computing melalui AHA-Google Office In A Box. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memungkinkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berkembang lebih cepat, dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bahkan banyak dari mereka yang mengatakan produk ini adalah “kotak ajaib”. Kami meyakini, bahwa sebenarnya bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat.

    AHA juga menyediakan ponsel ajaib, yang kami beri nama AHAtouch, Bisa berfungsi sebagai sebuah telepon, modem dan Wifi hotspot. Ya, Wifi hotspot. Hanya dengan memencet sebuah tombol maka ponsel ini langsung menyediakan Wifi hotspot. As simple as that! Semua orang bisa terhubung di manapun dan kapanpun. Semuanya ini bisa Anda dapatkan hanya dengan Rp1,5 juta. Coba bandingkan dengan perangkat lain misalnya iPhone yang harganya bisa mencapai Rp8 juta.

    Saat pelanggan kami menginginkan kecepatan, maka kami bergerak lebih cepat. Kami dengan gembira menyampaikan bahwa saat ini kami dalam tahap akhir mengakuisisi perusahaan 4G atau Broadband Wireless Acess. Jadi sebentar lagi kami akan menyediakan layanan 4G. Orang-orang Indonesia akan dapat berpergian dengan menggunakan jalan tol cepat di era informasi ini dengan 4G WIMAX. Teknologi 4G akan kami gunakan di semua produk dan platform. Ini memungkinkan pemindahan data dan video tanpa harus terganggu dengan buffering yang lambat atau koneksi yang naik turun.108054_btel-2-0

    Selain itu, kami juga telah bekerjasama dengan perusahaan game raksasa Electronic Arts (EA). Kenapa games? Karena penelitian menunjukkan bahwa 69% pelanggan kami menginginkan games di dalam telepon genggam mereka. Untuk memaksimalkannya kami bekerja sama dengan salah satu raksasa game dunia itu untuk menghadirkan gaming phone. Semua pelanggan bisa memilih sekitar 30 game terbaik hasil buatan EA di handset dan jaringan BTEL. Ini game “ori”, bukan bajakan. Peluncuran gaming phone ini kami lakukan tanggal 29 Maret kemarin. Saya yakin banyak orang akan jatuh cinta dengan ‘gaming phone’ ini. Apalagi harga ponsel Esia Game yang dilengkapi motion sensor ini, cukup murah, hanya Rp 500 ribu.

    Pada acara peluncuran Visi BTEL saya mengundang artis yang juga salah satu gamer terkemuka dari Indonesia, Ben Kasyafani untuk memperagakan ponsel Esia Game kepada para hadirin. Sebelumnya saya juga mengundang Bapak Luki Sebastian yang dikenal sebagai blogger, gadget-freak, dan pakar Android. Pak Luki yang kebetulan juga pengguna AHAtouch itu mendemonstrasikan bagaimana keunggulan Android di AHAtouch dan berbagai manfaatnya.

    BTEL 2.0 bukan cuma murah, tapi juga akan semakin menyenangkan. Ini yang kami maksud dengan “more than just talk” bukan hanya bicara. Tagline tersebut saya rasa punya makna khusus bagi pelanggan industry selular nasional karena layanan yang seperti ini sebenarnya sudah digembar-gemborkan teman-teman operator yang lain sejak beberapa tahun yang lalu. Untungnya kami yang lebih dulu mengeksekusinya. Walaupun kami tidak terlalu besar, tapi tapi sangat cepat dalam beraksi.

    Demikianlah perjalanan kami mewujudkan mimpi dan keyakinan dalam lima tahun terakhir. Kami tidak pernah menyangka bahwa apa yang disebut banyak orang sebagai mimpi, karena dilandasi keyakinan, menghasilkan sebuah fondasi yang kuat untuk industri telematika nasional. Banyak peluang yang dapat segera kita manfaatkan bersama. Bukan saja untuk BTEL dan BCONN tapi juga untuk kita semua.

    ANB_20110331009Dengan doa kita semua, visi Bakrie Telecom, Media dan Teknologi, atau Bakrie TMT, akan bisa kami wujudkan bersama pada tahun 2015. BTEL 2.0 adalah langkah konkrit ke arah konvergensi atau penggabungan total antara konten, saluran distribusi yang luas, dan teknologi yang akan menjembatani seluruhnya.

    Intinya, kami ingin memberikan ke genggaman Anda sebuah pengalaman yang lengkap dan kaya seperti yang Anda bisa dapatkan di sebuah ruang santai yang mewah dan nyaman. Semuanya tersedia di kantong Anda. Mulai dari email, Facebook dan Twitter, hiburan yang Anda inginkan dari musik dan film, informasi yang Anda pilih dari Google dan Vivanews, dan masih banyak lagi. pilihannya ada di tangan anda.

    Semua berawal dari idea atau gagasan. Ide segila apapun, kami hargai. Yang harus kita lakukan, bagaimana mengubah ide menjadi sebuah karya. Mengubah mimpi menjadi kenyataan. Itulah budaya perusahaan kami mengubah kesempatan dan ide menjadi produk dan jasa yang terjangkau oleh pelanggan.

    Bayangkan apa yang akan terjadi bila semua TV di Indonesia dapat terhubung dengan internet, Google Cloud Computing dan lainnya, hanya dengan harga yang sepertiga sebuah komputer? Sekarang kami sedang mengerjakan proyek-proyek yang akan
    membuat ini segera menjadi kenyataan.

    Kami akan memiliki rangkaian perangkat mulai dari komputer tablet, smartphone, dongle, Mifi atau hotspot Wifi bergerak dan TV dengan User Interface (UI). Semua perangkat yang dibutuhkan seseorang untuk dapat terhubung, dapat terhibur dan dapat memberdayakan diri di masa digital ini. ANB_20110331001

    Tentunya, semua hal yang saya sebut tadi hanya akan tetap menjadi ucapan di mulut saja bila kami tidak menopangnya dengan infrastruktur yang kuat dan pantas. Di sinilah peran Bakrie Network yang akan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menopang berbagai layanan BTEL 2.0. Karena tubuh yang kuat pun tidak akan ada artinya tanpa susunan tulang yang kuat pula. CEO dari Bakrie Network ini adalah Bapak M. Danny Buldansyah.

    Pelanggan kami menginginkan konten multimedia, aplikasi dan komersil yang kaya. Mereka inginkan hiburan, pendidikan, belanja, pertemanan, games dan banyak lagi. Mereka inginkan konten lokal dan internasional. Selain di Bakrie Telecom dan Bakrie Connectivity, saya juga terlibat di PT Visi Media Asia atau lebih dikenal dengan nama VIVA Group. Sebuah perusahaan induk yang di dalamnya terdapat dua saluran TV terkemuka, yaitu antv dan tvOne, serta salah satu media online Indonesia terbesar, VIVAnews.com. Walaupun berbeda namun ketiganya mempunyai fokus yang sama, yaitu konten. Konten yang informatif, konten yang menghibur, dan konten yang memberikan pemberdayaan.

    Dalam waktu dekat VIVA Group akan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Ini akan memberikan kesempatan bagi VIVA Group untuk mengembangkan diri dan pada akhirnya menyediakan konten dengan kualitas tinggi bagi lebih banyak lagi konsumen media di Indonesia. Sama dengan BTEL, kami juga mempersilakan anda untuk memiliki dan berpartisipasi dalam mimpi dan pertumbuhan kami.

    ANB_20110331008Bila kita sandingkan Esia, AHA, antv, tvOne dan VIVAnews maka dapat kita lihat bahwa sebenarnya selama ini kami sudah memiliki sumber daya yang orang cari di era digital ini, yaitu konektifitas, hiburan dan pemberdayaan diri. Permasalahannya adalah mereka masih jalan sendiri-sendiri. Sedangkan ke depan orang akan menginginkan produk dan jasa dapat dikonsumsi dengan lebih sederhana. Atau bagaimana semua ini bisa digabungkan dan dinikmati dalam satu platform atau koridor yang sama.

    Kami sadar bahwa konvergensi adalah misi yang ambisius dan tidak mudah. Oleh karena itu kami membutuhkan bantuan anda, para techno-preneur muda dari Indonesia untuk menjadi mitra kami. Untuk menopang program tersebut, kami mengalokasikan Rp100 miliar dalam bentuk kemitraan saham. Karena ke depannya, tidak mungkin kami berjalan sendiri dalam menggapai potensi di dunia telekomunikasi. Kami percaya bahwa kami memainkan peran sebagai ekosistem inkubasi, daripada merasa mampu menciptakan segalanya. Disinilah dana inkubasi mitra Rp 100 miliar ini akan membuat kemitraan yang win-win.

    Selain infrastruktur yang pantas dan kuat, visi ini tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Grup kami juga sudah menyediakan investasi sebesar Rp 5 triliun. Karena sudah investasi di dua tahun terakhir untuk BTEL 2.0, pendapatan BTEL sendiri yang diharapkan akan meningkat dua kali lipat dalam empat tahun ke depan. Nantinya komposisi voice dan data akan berubah dari 70-30 menjadi 30-70. Investasi ini juga termasuk pembelian spektrum WiMAX baru-baru ini yang akan menguatkan kemampuan kami dalam menghadirkan BTEL 2.0 secara lebih luas lagi.

    Dengan doa kita semua, visi Bakrie Telecom, Media dan Teknologi, atau Bakrie TMT, akan bisa kita wujudkan bersama pada tahun 2015. BTEL 2.0 adalah langkah konkrit menuju konvergensi atau penggabungan total antara konten, saluran distribusi yang luas, dan teknologi yang akan menjembatani seluruhnya. Mari kita duduk bersama mencari cara dan ide-ide baru . Dengan kebersamaan ini, saya yakin kita bisa menggali potensi setiap orang Indonesia dengan kekuatan teknologi, media, dan telekomunikasi berbasis internet.

    Semua langkah yang saya paparkan tadi, merupakan upaya untuk mewujudkan mimpi, agar 80% Rakyat Indonesia dapat menikmati internet broadband dengan harga terjangkau. Sebenarnya tugas terberat bukanlah pada kami, tapi pada anda. Ambil keputusan segera. Menghabiskan makin banyak uang dan waktu bersama kompetitor kami, atau anda mulai bertobat kembali ke jalan yang benar. Bersama kami, anda akan lebih banyak menikmati kesenangan, dan yang penting, dengan biaya yang lebih murah. Bersama kami kita ubah mimpi anda menjadi nyata.

Leave a Reply