SEARCH :
  • posted by Anindya Feb 11th, 2011

    ANB_20110210001Setiap kali kita memperingati hari ulang tahun Kelompok Bakrie, maka mau-tidak mau kita mencoba mengenang kembali perjalanan sejarah hidup pendiri kelompok usaha ini, yakni almarhum H Ahmad Bakrie. Sisi beliau yang sangat kuat, dan keberanian dalam mengambil tindakan, menjadikan Bakrie sebagai perusahaan nasional yang eksis melintas sejarah perjalanan bangsa. Bersama almarhum Bapak Yamin, dimulai saat penjajahan Jepang, hingga kini pada masa reformasi, alhamdulillah, kelompok kita tetap eksis. Dan, insya Allah akan semakin dan semakin kuat.

    Setiap jaman, tantangan dan peluang pasti berbeda. Tetapi, semangat dan visi kita, insya Allah tetap sama. Saya ingin mengutip sebuah kata-kata mutiara, “Visi tanpa tindakan adalah sebuah mimpi. Tindakan tanpa visi seperti orang berjalan tanpa arah. Visi disertai tindakan akan mengubah dunia.” Kata-kata mutiara ini sangat tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan H Ahmad Bakrie.

    Berangkat dari sebuah kota kecil di Lampung, dengan visi yang kuat dan keberanian mengambil tindakan, menjadi Bakrie sebagai aset nasional yang sangat besar. Dengan segala tantang yang dihadapi, seperti sekarang, Kelompok Bakrie bisa tumbuh seperti sekarang ini. Berpegang pada visi dan nilai-nilai yang dipahami, dan diterapkan bersama di seluruh insan Bakrie, yakni visi dari nilai-nilai luhur yang diwariskan Almarhum. Nilai-nilai tersebut dituangkan dalam satu konsep seperti yang kita kenal: Trimatra Bakrie, yakni Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan. Kita, semua insan Bakrie, bergerak melangkah maju dengan berpegang pada nilai-nilai ini.

    Inilah yang membedakan grup kita dengan grup yang lain, selain kita mencoba untuk berbakti dan membangun perekonomian, kita juga mempunyai visi dan ideologi yang membedakan dengan yang lain. Nilai-nilai luhur tersebut adalah sesutau yang memandu semua aktivitas di Kelompok Bakrie, dalam berbisnis maupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Nilai yang diwariskan Almarhum adalah pentingnya menjadi pribadi yang kontributif di mana pun kita berada; pribadi yang member manfaat bagi masyarakat sekitarnya, dan dalam arti yang lebih luas adalah pribadi yang member manfaat untuk bangsa, negara dan dunia.

    Nilai tersebut tak akan lekang kendati jaman berubah, tuntutan dan keragaman pun semakin merebak. Kita tindakan kita yang berdasar pada nilai-nilai tersebut berdampak positif, diharapkan dampak tersebut dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita, bagi karyawan perusahaan, maupun beserta keluarganya. Lingkungan perusahaan Bakrie di mana pun, masyarakat luas, harus juga merasakan manfaatnya. Ketika itu terjadi, maka kita telah membantu menciptkan persepsi yang lebih positif kepada perusahaan kita, tentang siapa kita dan perusahaan kita. Pada intinya, masing-masing dari kita bisa membantu membangun persepsi kelompok Bakrie yang baik melalui tindakan-tindakan yang didasari nilai-nilai H Ahmad Bakrie.

    Membangun sebuah persepsi positif bagi Kelompok Bakrie saat ini adalah tantangan, apalagi skala usaha Kelompok Bakrie saat ini kian besar, menuntut adanya konsistensi dan kontinyuitas yang harus terjaga dengan baik dalam usaha penciptaan dan pembangunan persepsi tersebut. Kita telah menyiapkan sebuah instrumen yang dapat membantu mensinergikan segala kegiatan pembangunan persepsi tersebut. Kita menciptakan brand:Untuk Negeri, yang akan dijadikan tema bersama dalam setiap pelaksanaan usaha-usaha tersebut. Saat ini telah dapat kita lihat, banyak kegiatan-kegiatan dari perusahan atau pun yayasan dalam naungan Kelompok Bakrie, yang menggunakan branding Untuk Negeri atau Bakrie Untuk Negeri.

    Setiap usaha dalam Kelompok Bakrie tentunya memiliki kapasitas usaha yang bersifat pembangunan citra yang lebih positif. Di sinilah letak peran badan pengelola Bakrie Untuk Negeri, yang merangkai dan mengkoordinasikan dari seluruh kegiatan dari masing-masing perusahaan, agar terjaga konsistensi. Adalah peran badan pengelola Bakrie Untuk Negeri bagi perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah.

    Kelompok Bakrie membuat program-program dengan tema sentral dari semangat untuk negeri tersebut. Badang Pengelola jugalah yang akan mengkomunikasikan semua kegiatan ini kepada khalayak sehingga kegiatan-kegiatan itu dapat dirasakan dan diketahui oleh masyarakat luas, dan diketahui dengan benar sesuai visi dan nilai-nilai yang kita anut. Pada gilirannya, ketika khalayak mengetahui dengan benar tentang esensi dari penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut maka diharapkan akan muncul pemahaman yang benar, tentang perusahaan, tentang Kelompok Bakrie, dan secara lebih jauh lagi tentang nama Bakrie itu sendiri.

    Salah satu upaya yang telah dilakukan dalam rangka membentu persepsi yang lebih positif tentang Kelompok Bakrie adalah dengan member informasi yang lebih lengkap tentang pendiri Kelompok Bakrie: H Ahmad Bakrie, beserta nilai-nilai yang beliau wariskan. Saat ini, buku tentang beliau, yang berjudul Ahmad Bakrie; sebuah protret kerja keras dan kejujuran serta keberhasilan, akan diluncurkan sebagai penerbitan kedua. Namun, kali ini dikemas dalam format digital; buku digital atau e-book. Ini merupakan versi baru dari penerbitan sebelumnya, dan kami mohonkan kepada Bapak Nirwan Bakrie untuk berkenan meresmikan peluncurannya malam ini. E-book tentang Ahmad Bakrie ini dapat kita peroleh melalui situs Kelompok Bakrie dan intranet perusahaan.

    Akhirnya, perkenankan saya, dalam kesempatan ini juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada insan Bakrie atas semua usaha dan karyanya, yang telah berperan dalam pertumbuhan Kelompok Bakrie hingga hari ini.

    Saya juga ingin menyampaikan rasa haru saya –mewakili pihak keluarga– datang ke Padang dan meresmikan sebuah masjid yang sebelumnya dinamakan Masjid Asra. Tetapi setelah berunding dengan masyarakat, setuju-mufakat untuk menamakan Masjid Asra Al Bakrie. Masjid ini prototipe yang sama persis dengan Masjid Al Bakrie yang ada di Kuningan. Masjid Asra Al Bakrie berada di tempat strategis, berada dekat dengan laut, tempat kejadian gempa pada 30 September 2009. Masjid tersebut, fondasinya kita buat sekokoh mungkin, menggunakan fondasi cakar ayam, ditanam 8 meter ke bawah. Dan, berdasar predikis/perhitungan manusia, mudah-mudahan bisa bertahan hingga ratusan tahun ke depan.

    Demikian sambutan saya, mewakili keluarga besar Bakrie, tentu dengan harapan bahwa segala pencapaian Kelompok Bakrie selama 69 tahun ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan terus berlangsung menjadi kebanggaan kita semua dan masyarakat luas.

Leave a Reply